Dipo Lokomotif Medan, Bengkel Kereta Api Terbesar di Sumatera Utara

dipo-lokomotif-medan

Dipo atau depot merupakan tempat menyimpan, menyiapkan, melakukan pemeriksaan, pemeliharaan, serta perbaikan ringan supaya dapat menarik rangkaian sesuai standar yang telah ditetapkan oleh PT Indonesia (KAI). Jika mobil dibenahi di bengkel, maka akan dibenahi di dipo lokomotif.

Demi melaksanakan berbagai perawatan dan pemeliharaan lokomotif, dipo biasanya dilengkapi dengan bangunan, jalan khusus, gudang suku cadang, dan juga pendukung.

Dipo lokomotif sendiri tersebar di sejumlah yang ada di Indonesia dan biasanya tak hanya melakukan perawatan untuk lokomotif milik dipo itu sendiri, tetapi juga merawat lokomotif dari dipo lainnya. Pada masing-masing daerah operasi (daop) setidaknya memiliki 1 dipo lokomotif induk yang mempunyai lokomotif-lokomotif besar.

Di sana juga tidak hanya dilengkapi lokomotif besar atau baru saja, namun ada sejumlah dipo lokomotif yang masih menyimpan lokomotif langka dan lokomotif tua. Jika Anda merupakan railfans tentunya wajib berkunjung ke dipo-dipo lokomotif yang ada di Indonesia.

Salah satunya ada Dipo Lokomotif Medan (MDN). Dipo lokomotif Medan berlokasi di Stasiun Besar Kereta Api Medan, tepatnya di sebelah utara stasiun. Di wilayah Sumatera Utara hanya memiliki 2 depo lokomotif, yaitu di Medan dan di Kisaran.

Dipo lokomotif Medan merupakan dipo terbesar di Divre I. Dipo lokomotif Medan memiliki lokomotif BB302, BB303, BB306, dan CC 201 dari Jawa sebanyak 8 unit dan BB 203 dari Divre III. Lokomotif tersebut biasanya dipakai untuk keperluan kereta penumpang, minyak sawit, dan BBM.

Perbaikan kerusakan lokomotif di dipo lokomotif Medan dikerjakan di sebuah ruangan terbuka yang sangat luas dengan atap tinggi, letaknya ada di sebelah Kantor Dipo Lokomotif Medan berlantai 2. Sementara itu ruangan terbesar di lantai satu bangunan itu difungsikan sebagai tempat penyimpanan peralatan bengkel.

Total teknisi yang ada di Dipo Lokomotif Medan berjumlah 28 orang, sedangkan pegawai bagian manajemen berjumlah 7 orang. Seluruh teknisi tersebut tiap harinya selama 24 jam harus merawat dan memelihara sekitar 36 lokomotif yang ada di Dipo Lokomotif Medan.

Pekerjaan di dipo lokomotif memang cukup berat. Sebab para teknisi dituntut untuk bekerja sesuai standar SO (siap operasi) sebuah lokomotif. Walau kekurangan tenaga, Dipo Lokomotif Medan masih terbantu dengan adanya beberapa tambahan pegawai outsorcing dan juga pegawai magang.

Tak hanya mesin saja yang harus diperiksa, ternyata kelayakan tampilan pun menjadi salah satu standar siap operasi sebuah lokomotif. Oleh karena itu, lokomotif-lokomotif tersebut juga harus dicuci layaknya mobil dan sepeda motor. Namun bedanya, lokomotif tersebut tak hanya dicuci seminggu sekali namun dicuci tiap akan beroperasi. Bayangkan saja dalam sehari berapa kali lokomotif akan dicuci. Semua ini rupanya dilakukan demi kenyamanan para penumpang dan petugas kereta api.