Hadirkan Info dan Hiburan, KRL Jakarta-Cikarang Dilengkapi Layar MacroAd

KRL Jakarta-Cikarang Dilengkapi Layar MacroAd

Sejak  beroperasi pada hari Minggu, tanggal 8 Oktober lalu, () Jakarta Kota-Cikarang memang disambut antusias masyarakat di kawasan ibukota. Nah, untuk semakin memanjakan para , Jakarta-Cikarang kini telah dilengkapi dengan fasilitas layar televisi dari MacroAd LINIKINI yang menyajikan tontonan berupa , berita, hingga hiburan.

“MacroAd LINIKINI sudah hadir selama tiga tahun di tengah masyarakat,” ujar President Director PT Pulau-Pulau Media (MacroAd), Wahyudi. “Dengan teknologi DOOH (Digital Out of Home), MacroAd menempatkan layar televisi di dalam gerbong KRL dan memberikan tontonan berupa informasi, berita, hingga hiburan kepada para penumpang.”

Layar MacroAd DOOH sendiri sudah terpasang di 28 rangkaian kereta yang terdiri dari 924 layar di 231 gerbong KRL , termasuk rute Jakarta-Rangkasbitung dan Jakarta-Cikarang. Nah, kehadiran layar MacroAd LINIKINI di KRL rute Jakarta-Cikarang diharapkan bisa memberikan hiburan tersendiri bagi warga Bekasi dan sekitarnya. “Tontonan menarik di layar MacroAd bisa menghilangkan penat warga Bekasi dan sekitarnya yang menumpang KRL Jakarta-Cikarang,” sambung Wahyudi.

Sejak awal dioperasikan, antusiasme masyarakat terhadap KRL Jakarta-Cikarang memang cukup tinggi. Meski demikian, pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengatakan bahwa pengoperasian KRL Jakarta-Cikarang belum bisa ditambah karena kondisi prasarana perkeretaapian di Jabodetabek yang masih belum memungkinkan. Seperti diketahui, KRL tersebut saat ini membuka 32 perjalanan sampai ke Stasiun Cikarang.

“Saat ini, kereta antar-kota dan kereta belum dipisahkan. Dengan kondisi tersebut, tentu saja KRL harus berjalan bergantian maupun ada penyusulan dengan kereta antar-kota,” kata Direktur Utama PT KCI, Muhammad Nurul Fadhila. “Hal tersebut membuat perjalanan KRL lintas Cikarang-Bekasi-Jakarta Kota belum dapat ditambah secara signifikan dari yang ada saat ini, yaitu 32 perjalanan.”

Solusi untuk masalah ini, Fadhila menambahkan, salah satunya adalah pemisahan jalur kereta antar-kota dengan kereta komuter. Solusi tersebut saat ini sedang dikerjakan pemerintah dengan pembangunan jalur kereta dwi-ganda (double track). Setelah pekerjaan ini rampung, akan ada pemisahan jalur antara komuter dengan kereta jarak jauh di lintas Bekasi-Manggarai.