KAI Divre 1 Operasikan 7 Lokomotif Tambahan untuk Lebaran di Sumut

kereta-api-sumut-segera-operasikan-7-lokomotif-tambahan

Medan – PT Indonesia mengoperasikan 7 tambahan dari Sumatera Selatan untuk mengakomodir kebutuhan dan saat menjelang Ramadan dan Lebaran 2017.

“Tujuh lokomotif seri CC201 yang dibongkar dari Pelabuhan Belawan, 28 April lalu memang terus dioperasikan secara bertahap dan dewasa ini semuanya sudah dioperasikan,” ujar M Ilud Siregar, Manager Humas Divre 1 di Medan, Jumat (12/5).

Ketujuh lokomotif tersebut terdiri dari 4 lokomotif untuk angkutan barang dan 3 lokomotif lainnya diperuntukkan bagi kereta angkutan penumpang. Dengan adanya 7 lokomotif tambahan, maka total keseluruhan lokomotif di area Sumatera Utara adalah 35 unit. “Dengan adanya 35 lokomotif, diharapkan angkutan penumpang dan barang kereta api khususnya untuk Lebaran yang dipastikan meningkat itu bisa terlayani dengan baik,” katanya.

Ilud mengungkapkan bahwa dari tahun ke tahun angkutan barang KAI terus bertambah. Tahun 2016 lalu volume angkutan barang dengan kereta mencapai 655.805 ton dari tahun 2015 yang hanya 613.000 ton. Dengan adanya 4 lokomotif untuk angkutan barang diharapkan dapat membantu KAI mencapai target pada 2017, yaitu minimal 15.000 ton angkutan barang per hari dengan 28 perjalanan.

“Potensi angkutan barang di Sumut masih cukup besar sehingga memang harus dimanfaatkan KAI dengan baik antara lain dengan menambah lokomotif,” ucap Ilud.

Di samping itu, nantinya kereta baru juga akan dibangun dari Stasiun Siantar ke Parapat di Kabupaten Simalungun untuk memudahkan akses wisata ke Danau Toba. Nantinya stasiun terakhir akan berada tepat di tepi Danau Toba, yakni di daerah Dolok Sipigul atau lokasi lain di Parapat.  “Tapi itu kan baru trase yang direncanakan, termasuk dimana nanti lokasi-lokasi stasiun yang dilaluinya untuk mendukung pariwisata Danau Toba. Kereta sampai di Danau Toba persis (stasiun),” papar Ilud.

Akan tetapi, sebagai operator kereta saat ini KAI masih menanti pembangunan jalur baru tersebut. “Kita kan hanya operator, kita menunggu dari Kemenhub karena bukan kita yang membangun relnya,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *