Kaki Putus Terlindas KA Rapih Dhoho

NGADILUWIH – Aksi Dodot Widodo, 45, warga Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, sungguh nekat. Sebab, dia sengaja tiduran di atas rel kereta api yang melintas di Desa/Kecamatan Ngadiluwih pada Senin (10/6). Akibatnya, kaki kanannya putus karena tertabrak kereta dan harus dirawat di RSUD Gambiran.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.00. Awalnya, dia pergi ke Stasiun Ngadiluwih bersama Mujipah, 41, teman wanitanya, warga Desa Ringinsari, Kecamatan Kandat. Di sana, mereka mengobrol.

Tidak hanya mengobrol, Dodot juga curhat kepada Mujipah. Dia menceritakan persoalan rumah tangga. Setelah itu, Dodot lantas pamit ke kamar mandi untuk buang air kecil.

”Kamar mandi di stasiun,” kata Kasi Humas Aiptu Untung Margono yang mewakili Kapolsek Ngadiluwih AKP Suparlan.

Tidak berselang lama, Kereta Api Rapih Dhoho melaju dari utara. Kereta yang akan menurunkan penumpang di stasiun tersebut terus membunyikan klakson. ”Karena tahu korban sedang telentang di atas rel,” kata Untung.

Saat mengetahui hal itu, beberapa penumpang segera memperingatkan Dodot agar menepi. Namun, dia tidak menghiraukan. Karena tidak juga menepi, warga berusaha mengangkat Dodot. Sayangnya, kereta terus melaju.

Akibatnya, kaki kanan Dodot terlindas kereta api. Pergelangannya putus. Selain itu, rahangnya patah. Bersama petugas dan warga, bapak dua anak tersebut segera dilarikan ke Rumah Sakit Arga Husada, Branggahan. Namun, karena terluka parah, korban dirujuk ke RSUD Gambiran.

Untung mengungkapkan, aksi korban itu merupakan percobaan bunuh diri. Berdasar keterangan saksi, Dodot memiliki masalah yang serius dalam rumah tangga. Tetapi, petugas belum berani memastikan. Sebab, keluarganya belum bisa dimintai keterangan. (baz/jpnn/c15/tia)