Manjakan Pelanggan, PT KAI Tawarkan Diskon Cukup Dengan Tunjukkan Boarding Pass

Edi Sukmoro dalam Konferensi Pers

Jakarta kini memang telah menggunakan boarding pass layaknya di pesawat. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap para setianya, PT Indonesia mengadakan program diskon melalui Boarding Pass Through Value (BPTV). Program BPTV tersebut adalah kerjasama antara KAI dengan sejumlah merchant atau mitra seperti hotel, tempat penginapan, tempat wisata, restoran, wahana rekreasi dan rumah sakit/klinik kesehatan

Lewat program BPTV, para merchant akan menawarkan diskon khusus dan sejumlah penawaran menarik untuk penumpang kereta api. Caranya, cukup dengan menunjukkan boarding pass perjalanan kereta api yang sesuai dengan identitas penumpang pada petugas penjualan/kasir di setiap merchant yang telah bekerjasama dengan KAI.

Masing-masing mitra biasanya memberikan diskon atau promo khusus dengan syarat dan ketentuan sesuai kebijakan masing-masing. Umumnya kereta api akan mendapatkan diskon dengan nominal yang bervariasi, antara 10-50%.

Selain menawarkan program diskon, PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini tengah menjalankan program peremajaan armada kereta yang telah berusia tua. Demi memberikan kenyamanan pada penumpang dan mendukung program KAI seperti pembangunan terintegrasi transportasi atau TOD (Transit Oriented Development), KAI akan mengganti 1.000 kereta tua, baik KA jarak jauh maupun kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek.

Proses peremajaan kereta tua tersebut akan dilakukan dalam jangka waktu 3 tahun. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro menjelaskan bahwa kereta yang diklasifikasikan sebagai kereta tua adalah kereta yang usianya telah berkisar antara 30-50 tahun. “Kami akan ganti seribu kereta dalam dua sampai tiga tahun,” papar Edi di Stasiun Pondok Cina, Senin (2/10), seperti dilansir Republika.

Dalam upaya untuk melancarkan program peremajaan kereta, KAI telah menandatangani pemesanan kereta baru dengan PT INKA. “Kita programkan, yang pertama mengganti atau meremajakan kereta-kereta yang sudah tua, usianya 51 persen itu 30 tahun sampai 50 tahun.  Kita sama INKA sama seluruh BUMN berpesan kita akan ganti 1.000 kereta, dalam dua-tiga tahun ini,” jelas Edi.

Dalam kerjasama tersebut, KAI memesan sekitar 430 unit kereta jarak jauh dan akan menambah kereta setiap tahun lantaran terjadi peningkatan penumpang yang signifikan tiap tahunnya. KAI juga akan menambahkan KRL untuk Jabodetabek.

Edi juga menyebutkan jika kereta tua yang akan diganti mencapai 51% dari keseluruhan, atau sekitar 880 train set. KAI sendiri akan menggelontorkan dana mencapai Rp 5 triliun untuk program peremajaan armada kereta api tersebut. Pasalnya dalam 1 rangkaian kereta api yang terdiri dari 14 gerbong setidaknya membutuhkan dana Rp 4 miliar. “Kalau rata-rata satu kereta ini, Rp 4 miliar lah itu akan segera ya tapi dalam waktu 3 tahun,” tandas Edi Sukmoro.