Mulai 1 September 2013 Harga Tiket Kereta Api Ekonomi Jarak Jauh Turun

Kabar gembira bagi para pengguna jarak jauh. Dari berita yang dilansir dari situs twitter resmi milik ,@KAI121 mulai 1 September 2013 tarif jarak jauh mengalami penurunan harga. Harga tiket turun hingga setengah dari sebelum terjadi penurunan harga.

Sebelumnya penumpang sangat mengeluhkan dengan harga kereta jarak jauh yang beberapa waktu lalu mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Tetapi mulai 1 September 2013 nanti, penumpang bisa bernafas lega dengan diturunkannya harga tiket kereta jarak jauh tersebut.

Dari akun twitter resmi PT KAI, @KAI121 didapatkan informasi bahwa pemesan tiket bisa dilakukan mulai hari ini 5 Juli 2013 untuk keberangkatan tanggal 1 September 2013.

“#SahabatKAI,telah dilakukan penyesuaian tarif KA Jarak Jauh. Pemesanan 5 Juli 2013 berlaku untuk keberangkatan mulai 1 Sept 2013 #1,”dari akun twitter @KAI121.

Dari akun twitter resmi PT KAI, @KAI121 ini didapatkan informasi harga tiket kereta yang akan berlaku untuk tanggal 1 September 2013 dan seterusnya. Berikut info harga tiketnya :

harga tiket kereta ekonomi jarak jauh yang berlaku untuk keberangkatan 1 September 2013

harga tiket kereta api ekonomi jarak jauh
sumber : @KAI121

Bisa dilihat harga tiket untuk kereta Siantar Ekspres dan kereta Putri Deli Rp20rbu. Kereta Tegal Arum Rp 25rbu. Kereta Tawang Alun, kereta Rajabasa dan kereta Selero Rp 30rbu. Kereta Kutojaya Selatan dan kereta Serayu Rp35rbu. Kereta Kutojaya Utara Rp 40rbu. Kereta Tawang Jaya Rp45rbu. Kereta Sri Tanjung, Logawa, Kertajaya, Kahuripan, Bengawan, Progo Rp 50rbu. Kereta Brantas, Kereta Gaya Baru Malam Selatan, Pasundan Rp 55rbu. Kereta Matarmaja Rp65rbu.

Dulu kebijakan kenaikan kereta ekonomi jarak jauh ini terjadi karena semua gerbong kereta ekonomi ini diberi AC. Karena hal ini pihak PT KAI tidak mendapatkan subsidi untuk kereta ekonomi dengan AC. Tetapi seiring dengan kebijakan penuruna subsidi PSO untuk KRL Commuter Line akhirnya pemerintah juga menurunkan subsidi PSO untuk kereta ekonomi jarak jauh.

 

Mirza Pratiwi
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan kuliah Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*