Pedagang Asongan Amuk Petugas PT KAI

Beberapa hari terakhir beberapa stasiun di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah mengeluarkan kebijakan untuk melarang untuk memasuki gerbong kereta ekonomi. Bahkan di beberapa stasiun petugas juga melarang asongan untuk berada di sekitar dalam stasiun. Akibat dari pelarangan ini, banyak aksi tidak terima yang dilakukan oleh asongan disetiap stasiun.

Seperti yang diberitakan beberapa hari kemarin di Stasiun , terjadi aksi bentrok antara asongan dan petugas PT KAI. Pada saat itu para mengancam aksi susulan jika mereka tetap saja dilarang berdagang di dalam kereta. Benar saja hari ini Jum’at, 05 Juni 2013 puluhan asongan beradu tegang dengan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska). Para menerbos masuk ke gerbong kereta api Sri Tanjung jurusan Yogyakarta yang baru saja tiba.

Akibat dari aksinya ini sejumlah Polsuska mencoba memblokade para , sehinggaterjadi aksi saling dorong. Suasana semakin memanas saat ada salah seorang yang didorong hingga nyaris terjatuh.

Suasana ketegangan antara asongan dan petugas KAI tidak hanya terjadi di Stasiun Klaten. Di Stasiun Kertosono, ratusan asongan dilarang memasuki dan berjualan di dalam gerbong. Oleh petugas PT KAI melalui pengeras suara, para diminta untuk meninggalkan wilayah stasiun. Mereka dilarang berjualan di dalam gerbong maupun di wilayah sekitar stasiun.

Setelah mendengar himbauan ini, para mulai emosi dan mencari petugas yang memberikan pengumuman tersebut di dalam ruangan. Setelah menemukan petuga tersebut, para yang sedang emosi mencoba menghakimi petugas tersebut dengan memukulnya.

Para mengaku telah berjualan selama puluhan tahun. Mereka sudah tidak dapat menahan emosi mereka. Akhirnya puluhan aparat keamanan baik dari TNI maupun Polri disiagakan untuk mengamankan lokasi yang sudah dikepung ratusan asongan.

akan melakukan aksi ini terus, hingga kebijakan tersebut tidak segera dihapuskan.

“Kita hanya jualan, bukan maling yang diusir-usir. Perjalanan perkeretaapian tak bisa lepas dengan kiprah kami. Hari ini, kereta api bermonopoli dengan pengusaha untuk menyingkirkan para asongan,”ujar Vicent koordinator para kepad detikcom

Selain di Klaten dan Nganjuk, per  5 Juli 2013 pihak PT KAI Daops VII mulai mengeluarkan kebijakan untuk melarang pedagang asongan berjualan didalam gerbong kereta maupun di wilayah sekitar stasiun.

Peraturan ini tidak akan dihilangkan karenan sudah sesuai dengan Undang – Undang.

Mirza Pratiwi
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan kuliah Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*