Pinjaman Cair, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kembali Bergulir

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

- yang menghubungkan Jakarta dengan yang sempat terbengkalai, kini bergulir kembali. Kepastian ini diperoleh setelah PT Cepat Indonesia- () selaku pengembang mendapatkan komitmen pinjaman dari China Development Bank sebesar 4,498 miliar dolar AS.

Penandatanganan pencairan tersebut dilakukan pada Minggu (14/5) malam oleh Direktur Utama PT KCIC, Hanggoro Budi Wiryawan, dan Direktur Utama China Development Bank, Hu Huaibang. Turut hadir menyaksikan penandatanganan MoU tersebut, Presiden , Presiden Xi Jinping dari China, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Menteri BUMN, Rini Soemarno, , Budi Karya Sumadi, dan Kepala BKPM, Thomas Trikasih Lembong.

“Jadi, tadi sudah ditandatangani MoU yang merupakan tindak lanjut kerja sama kedua negara untuk membangun Jakarta-Bandung,” kata Hanggoro. “Fasilitas peminjaman tersebut setara dengan 75 persen dari kebutuhan pembiayaan proyek senilai 6 miliar dolar AS dan sisanya nanti adalah modal dari pemegang saham dari kedua sisi, baik dari Indonesia maupun China.”

Penandatanganan pencairan pinjaman tersebut dilakukan setelah Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Xi Jinping di Great Hall of People pada Minggu malam. Menurut Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, selain membicarakan proyek kereta cepat, pemerintah Indonesia juga menandatangani kesepakatan kerja sama ekonomi dan teknik dengan China.

Sebelumnya, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dengan jarak 140 km ini memang sempat terhambat meski peletakan batu pertama sudah dilakukan sejak Januari 2016 lalu. Pembebasan lahan yang berlarut-larut membuat investor asal China menunda untuk memberikan pinjaman kepada Indonesia. Namun, Kementerian BUMN telah mengatakan bahwa penyelesaian pembebasan lahan sudah di depan mata dan pemerintah bakal menggunakan pengambilalihan hukum untuk membebaskan lahan di sekitar terminal di Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *