Progres Lebih Cepat Dari Target, LRT Palembang Bakal Diuji Coba Februari 2018

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi - www.beritakepo.com

Kota (Pemkot) Palembang kini sedang giat merampungkan light rail transit (). Hingga tanggal 2 September 2017 lalu progres LRT Palembang telah mencapai 57,262%, bahkan dinilai melampaui target sebesar 56,96%. Sementara itu, pihak kontraktor PT Waskita kini tengah fokus menggarap 13 stasiun serta jembatan penyeberangan dan pemasangan rel (konstruksi jalur/slab track) LRT agar dapat diujicoba Februari 2018 mendatang.

“Pekerjaan fisik dan yang berkaitan dengan sarana-prasarana ditargetkan selesai Desember nanti. Perkiraan persentase pekerjaan sudah 80,823 persen,” kata Afrian Joni, Kabid Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub), Senin (11/9), seperti dilansir Jawa Pos.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mengapresiasi proses pembangunan LRT Palembang yang lebih cepat dari target. “Menjadi catatan tersendiri bahwa pengerjaannya lebih cepat dari yang ditargetkan. Selain itu, LRT Palembang juga akan menjadi transportasi massal pertama yang beroperasi di Indonesia dan ini sebuah kebanggaan bersama,” kata Budi.

Walau pada tahap awal pembangunan ini mengalami sejumlah kendala teknis, akan tetapi pembangunan fisik mulai dari jalur layang dan lintasan di atas Sungai Musi (sebelah Jembatan Ampera) sudah mulai digarap dan ditargetkan selesai pada bulan Oktober 2017.

Tak cukup sampai di situ, PT Waskita juga mulai memasang rel dari Zona I (Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II) dan telah terpasang sekitar 2 km. Sesuai target, lintasan sejauh 23,40 km tersebut akan rampung pada Maret 2018 sebelum dilakukan uji coba.

Dengan adanya moda transportasi LRT, jarak tempuh dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sampai Ogan Permata Indah (OPI) Jakabaring akan lebih cepat. Apabila biasanya memakan waktu perjalanan sekitar 2 jam, maka dengan menumpang LRT waktu perjalanannya dapat dipangkas menjadi 40 menit saja.

Selain itu, 2 stasiun yang berlokasi di Jakabaring dan OPI Mall juga direncanakan selesai lebih awal, yaitu bulan Februari 2018. Kedua stasiun tersebut akan diujicoba terlebih dahulu sebelum 13 stasiun yang ada resmi dibuka untuk umum.

Hingga kini pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga masih mengkaji besaran tarif untuk LRT. “Tarif akan disubsidi dan disesuaikan dengan daya beli masyarakat Palembang. Saya rasa, untuk masyarakat, tarif LRT pas lah Rp 7 ribu. Sisanya disubsidi Kemenhub. Itu sama halnya dengan tarif bus Trans Musi. Angkutan masal itu kan tarifnya Rp 5 ribu, seharusnya Rp 12 ribu. Kekurangannya disubsidi pemerintah,” ujar Budi Karya Sumadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *