Resmi Diujicoba, Ini Sederet Kemewahan Kereta Bandara Soetta

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT Angkasa Pura II - www.indotelko.com

Tangerang sudah dioperasikan sejak Selasa, (26/12) lalu. Kehadiran moda baru ini disambut hangat oleh masyarakat luas. Menurut Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II, Muhammad Awaluddin, KA Bandara Soetta memiliki beragam keistimewaan yang menjadikannya berbeda dari moda pada umumnya.

“Banyak keunggulan dan keistimewaannya,” kata Awaluddin di Kereta Bandara Soettta, Tangerang, Rabu (27/12), seperti dilansir Tribunnews.

Awaluddin juga sempat mengalungi rangkaian bangun untuk para yang pertama kali naik kereta Bandara Soetta. “Keistimewaannya yaitu terjadwal pasti, kapasitas terukur, dan nyaman,” beber Awaluddin.

Lebih lanjut Awaluddin mengatakan jika kereta bandara memiliki jadwal yang pasti. Selama proses uji coba berbayar seperti saat ini, setiap hari KA Bandara Soetta melayani 42 perjalanan. Sedangkan setelah pengoperasian secara resmi, perjalanan yang dilayani menjadi 84 kali setiap hari. “Selama 20 jam Kereta Bandara ini beroperasi,” ungkapnya.

KA Bandara Soetta menawarkan waktu perjalanan yang relatif singkat, sekitar 40 menit saja dari Jakarta ke Bandara Soetta. Headway atau waktu tunggu sekitar 30 menit untuk proses uji coba, dan 15 menit dalam pengoperasian normal. “Kapasitas terukur ini, tidak ada penumpang yang berdiri. Dapat kebagian kursi semua, pokoknya nyaman dalam perjalanan,” ucap Awaluddin.

Tak hanya itu, pelayanan yang diberikan pada KA Bandara Soetta juga disebut-sebut sangat berkelas. “Ini memang sengaja kami persiapkan khusus. Mulai dari sekuriti, cleaning service, dan airport helper. Airport helper bisa membantu pengguna jasa bandara untuk membawa barang-barang dan memberikan informasi langsung kepada penumpang,” ungkapnya.

Sependapat, salah satu penumpang bernama Dwi juga mengakui jika KA Bandara Soetta memiliki fasilitas yang mewah. “Mewah ini, lebih bagus dari kereta eksekutif,” ujar Dwi.

Seperti diketahui, kereta Bandara Soetta memiliki gerbong yang baru dan bernuansa modern. Di dalamnya dilengkapi reclining seat dengan port USB, serta kamar mandi yang bersih. Satu hal lagi yang menurut Dwi patut diacungi jempol adalah terkait waktu. “Dari Sudirman ke Bandara cuma satu jam, ini pertama kalinya,” katanya.

Meski demikian, ada satu kritik yang disampaikan oleh Dwi, yakni terkait pembayaran yang dinilai terlalu rumit. “Mestinya bisa bayar tunai seperti naik commuter line, kemudian juga transaksi terlalu lama kalau harus memasukkan nomor ponsel dan e-mail, makanya sampai ngantre,” tandas Dwi.