Tahun Depan Pabrik Baru PT INKA Siap Produksi Kereta untuk Ekspor

PT INKA - ekonomi.kompas.com
PT INKA - ekonomi.kompas.com

– PT Industri Indonesia (INKA) berupaya meningkatkan ekspor dengan membangun baru di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. pabrik baru tersebut kabarnya akan dimulai tahun ini dan akan resmi beroperasi mulai tahun 2019 mendatang.

“Tahun ini pengadaan tanah, tahun depan untuk konstruksi pabriknya. Jadi pabrikan INKA, main factory (pabrik utama) ada di Madiun, satu lagi di Banyuwangi proses pengadaan tanah selesai tahun ini, kemudian 2018 konstruksi kita harapkan awal 2019 sudah siap berproduksi,” kata Plt Dirut PT INKA, Mohamad Nur Sodiq di Jakarta, seperti dilansir Detik.

Senior Manager Secretary, Public Relation PT INKA, Cholik Mochamad Zam-Zam menambahkan, “Pabrik itu dibangun di atas tanah seluas 60 hektare. Nantinya, pabrik itu akan memproduksi khusus kereta berpenggerak dan produk kereta yang diekspor ke luar negeri.”

Lebih lanjut Cholik menjelaskan jika pembangunan pabrik baru INKA di Banyuwangi ini untuk menutupi produksi kereta api di Madiun. Sebab PT INKA di Madiun telah menerapkan kebijakan kerja 3 sesi, penambahan mesin, sampai penambahan sumber daya manusia (SDM).

“Dengan kapasitas pabrik INKA di Madiun, kami rasa untuk target lebih dari Rp 2,6 atau Rp 3 triliun tidak bisa menutupi. Salah satu cara memaksimalkan target dengan optimalisasi pabrik. Untuk itu, kami memperluas pabrik INKA di Banyuwangi. Tanah yang dipakai milik PTPN XII sudah dibeli,” ungkap Cholik, Selasa (15/1).

Cholik berpendapat bahwa pembangunan pabrik di Banyuwangi merupakan langkah strategis untuk ekspansi perusahaan dan mengurangi ongkos pengiriman kereta api yang hendak diekspor. Sebab ongkos pengiriman kereta-kereta ekspor dari Madiun-Surabaya membutuhkan biaya yang cukup mahal.

“Bila pabrik ekspor kereta berada di Banyuwangi maka otomatis biaya pengiriman akan lebih hemat. Apalagi Banyuwangi sendiri sudah memiliki dermaga. Kondisi itu juga menjadikan INKA makin mampu bersaing dalam persoalan harga dengan produk di luar negeri,” jelasnya.

Adanya pembangunan pabrik baru ini diharapkan dapat membuat PT INKA memenuhi target yang diinginkan oleh Kementerian BUMN selaku pemegang saham. “Tahun 2017, target Rp 2,6 triliun dan bisa tercapai. Target tahun ini Rp 3 triliun,” katanya.

Walaupun pabrik INKA nantinya terpisah, kantor pusat PT INKA kabarnya tetap berlokasi di Madiun. Sedangkan pabrik INKA di Kota Madiun tetap dimanfaatkan untuk memproduksi kereta api reguler, kereta , serta kereta tangki.