Tiket Kereta Kelas Ekonomi Reguler di Blitar untuk Natal & Tahun Baru Habis Terjual

Kepala Stasiun Kereta Api Blitar, Fadjar Wahyudi - www.adakitanews.com

– Meski perayaan Natal dan Tahun Baru masih bulan depan, rupanya untuk libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dari Blitar ke sejumlah daerah dilaporkan telah ludes terjual. Kategori tiket kereta yang sudah habis adalah kereta kelas reguler atau bersubsidi.

“Tiket tahun baru keberangkatan 1 Januari 2018 untuk reguler dan tambahan telah habis total. Sebagian besar dipesan untuk tujuan Jakarta. Jika dibandingkan dengan tahun lalu mulai (13/11/2017) jumlah calon penumpang tujuan Jawa Barat di tahun ini meningkat sekitar 6 persen,” ujar Kepala Stasiun Kereta Api Blitar, Fadjar Wahyudi, seperti dilansir Jatim Times.

Berbeda dari tahun 2016 lalu, tahun ini tiket kereta api sudah dapat dipesan dari jauh-jauh hari di Stasiun Kereta Api Blitar dan sejumlah agen resmi tiket kereta api. Fadjar mengungkapkan bahwa untuk calon penumpang yang hendak bepergian tetapi sudah kehabisan tiket kereta api bisa memilih alternatif tiket tambahan atau komersial untuk KA Brantas. “Namun harga tiket tambahan berbeda dengan tiket regular. Untuk tiket KA komersial sebesar 175 ribu rupiah, sedangkan tiket reguler atau tiket bersubsidi hanya 80 ribu rupiah,” ucap Fadjar.

Menjelang Natal dan Tahun Baru, Stasiun Kota Blitar telah menambahkan berbagai fasilitas dan pelayanan untuk penumpang, misalnya seperti bidang keamanan dan ketertiban serta ditambahnya personel di bagian informasi pelayanan seperti CS mobile.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menuturkan bahwa pihaknya akan mengoperasikan rangkaian kereta baru yang telah dipesan dari PT Industri Kereta Api (INKA) untuk angkutan Nataru. Pejabat Yang Melaksanakan Tugas (PYMT) Direktur Komersial dan Teknologi Informasi PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bambang Eko Martono menjelaskan jika pihaknya sudah memperoleh jadwal penerimaan kereta baru dari PT INKA meski jumlah rangkaian KA yang diterima masih belum pasti. “Ada (jadwal pengiriman rangkaian kereta baru), tetapi jumlahnya belum pasti,” ungkap Bambang.

Lebih lanjut Bambang menuturkan, pihaknya belum berani menjual tiket kereta baru sebagai kereta tambahan untuk Nataru jika belum ada kepastian. “Kalau belum pasti, ya nggak berani jual. Begitu rangkaian dikirim, baru kita jual,” tegasnya.

Hingga kini jumlah tiket kereta api yang sudah terjual mencapai 29%, jadi masih tersisa sekitar 71% tiket kereta api yang masih bisa dipesan untuk bepergian pada masa angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Menurutnya, tiket kereta api yang paling banyak terjual pada musim liburan Nataru adalah pada tanggal 22 Desember 2017.