Tingkatkan Kenyamanan, KAI Pesan Gerbong Baru dan Bangun Rusun di Pondok Cina

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro - detak.co

JAKARTA – kini menjadi salah satu alat massal yang menjadi favorit masyarakat Indonesia. Nah, untuk meningkatkan kenyamanan para pengguna jasa, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) berencana melakukan peremajaan dan juga mendatangkan armada baru sebanyak 1.000 kereta dalam jangka waktu tiga tahun ke depan. Selain itu, perusahaan juga gencar melakukan kawasan TOD (Transit Oriented Development), salah satunya di area Pondok Cina, Depok.

“Yang pertama adalah mengganti atau meremajakan kereta-kereta yang sudah tua karena sebanyak 51 persen dari armada saat ini telah berusia 30 tahun sampai 50 tahun,” jelas Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro. “Kami bekerja sama dengan PT INKA dan BUMN yang lain akan mengganti 1.000 kereta dalam dua atau tiga tahun ini. Kemarin, saya sudah tanda tangani pemesanan 430-an gerbong kereta baru.”

Edi menambahkan bahwa satu gerbong dalam setiap train set harganya sekitar Rp4 miliar dan segera direalisasikan selama tiga tahun ke depan. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya juga tetap akan menambah armada KRL untuk wilayah Jabodetabek yang setiap tahunnya akan membeli rangkaian baru. “Semua itu untuk menambah kemampuan daya angkut karena sekarang per harinya KRL sudah sampai satu juta orang,” sambungnya.

Di samping itu, perusahaan juga memperluas pembangunan rumah susun dengan konsep TOD (Transit Oriented Development) dengan yang terbaru dilakukan di Stasiun Pondok Cina, Depok. Untuk pembangunan rumah susun ini, PT KAI bekerja sama dengan Perum Perumnas. Sebelumnya, kedua perusahaan tersebut telah membangun serupa di Stasiun Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kerja sama pembangunan rumah susun Pondok Cina, Depok ini dilaksanakan dengan pemanfaatan lahan PT KAI, memperhatikan pola kerja sama jangka panjang sebagaimana pada Permen BUMN No. PER 13/MBU/09/2014 Tentang Pedoman Pendayagunaan Aset Tetap Badan Usaha Milik Negara. Unit hunian dipatok dengan mulai Rp220 juta hingga Rp280 juta dan ditargetkan rampung tahun 2019 mendatang.