30 Perlintasan Kereta Api di Kabupaten Malang Tak Berpalang Pintu & Alarm

Perlintasan Kereta Api - teknologi.news.viva.co.id

Kepanjen – Terhitung mulai 2015 hingga Februari 2017 terjadi sekitar 6 kali lalu lintas di wilayah Kabupaten Malang. Di sejumlah perlintasan KA tanpa palang pintu dan alarm seperti di Ardirejo memang cukup berbahaya untuk para pengendara mobil maupun sepeda motor.

Pasalnya, dari arah barat perlintasan KA jarak pandang pengemudi terhalang tempat pemotongan sapi yang membuat para pengemudi tak mengetahui saat ada kereta yang hendak melintas. Apalagi karena kereta api yang melintas biasanya hanya membunyikan klakson sebanyak satu kali saja.

“Masinis kadang ambil gampangnya saja, sudah tahu jalurnya seperti itu, klakson cuma sekali dibunyikan,” kata salah satu warga Kepanjen bernama Rianto, Rabu (22/2).

Untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di rel kereta api tak berpalang pintu, telah memasang alarm di berbagai titik perlintasan. Alarm tersebut akan otomatis mengeluarkan bunyi jika ada KA yang akan melintas. Namun sayang, dari 50 perlintasan KA tak berpalang pintu di Kabupaten Malang, 30 di antaranya belum terpasang alarm.

“Tanggal 6 Februari lalu, kami sudah mengajukan pengadaan pemasangan alarm untuk tiga titik,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang, Hafi Lutfi. Surat yang dikirimkan ke Dishub Provinsi Jawa Timur berisi berbagai titik yang hendak dipasangi alarm, termasuk perlintasan KA di Desa Ardirejo Kepanjen.

Sementara itu, PT KAI yang sebelumnya berdiskusi dengan warga setempat justru mengaku tak memiliki tanggungjawab untuk memasang palang pintu di kawasan tersebut. “PT KAI menyatakan lintasan ini tidak masuk peta KA yang menjadi tanggungjawabnya untuk dipasang palang pintu dan alarm dengan alasan bukan jalan besar,” jelas Rianto.

“Ini masalah nyawa manusia, kalau karena alasan tersebut bagi saya salah besar. Bahkan pihak KA malah meminta kita untuk berswadaya membuat palang pintu dan alarm,” imbuhnya.

Kondisi perlintasan KA tersebut semakin mengkhawatirkan karena tak ada petugas jaga yang disiapkan oleh pihak KAI. “Pos jaganya ada tapi tidak terpakai karena tidak ada petugasnya. Kalaupun ada hanya pas Hari Raya saja,” tandasnya.