Antusiasme Tinggi, MRT Jakarta Tambah Kuota Penumpang untuk Uji Coba

Warga antusias untuk mencoba naik angkutan terbaru Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta
Warga antusias untuk mencoba naik angkutan terbaru Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta - www.merdeka.com

Mulai tanggal 12 Maret 2019 kemarin, (Moda Raya Terpadu) Jakarta mulai melakukan . Karena antusiasme masyarakat sangat besar untuk mencoba naik terbaru ini, PT Mass Rapid Transit (MRT) akhirnya menambah kuota untuk mulai Senin (18/3) ini hingga tanggal 24 Maret 2019 mendatang.

“Kuota di sistem pendaftaran sudah dinaikkan dari 28.800 penumpang per hari, menjadi kuota 50.000 penumpang per hari. Artinya, kami memberikan tambahan kuota sebanyak 21.200 orang per hari,” ujar Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, dilansir Warta Kota. “Tak hanya kuota, kami juga menambah jam operasional, yakni mulai pukul 07.00 hingga pukul 17.00 WIB.”

Seperti diketahui, kesiapan operasional MRT Jakarta sudah mencapai 99,06 persen. Perusahaan pun mulai melakukan uji coba operasi sejak tanggal 12 Maret kemarin hingga 24 Maret mendatang. Namun, bagi masyarakat yang ingin mencoba naik MRT, harus mendaftar terlebih dahulu secara online di website www.jakartamrt.co.id/ayocobamrtj. Nantinya, pendaftar wajib mengisi data diri seperti nama, umur, jenis, kelamin, dan identitas.

Selepas uji coba, menurut rencana, pengoperasian MRT Jakarta secara komersial bisa dilakukan antara tanggal 24 Maret hingga 31 Maret 2019. Meski begitu, pengoperasian ini baru akan dilakukan setelah ada persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta dan telah diresmikan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo.

“Kehadiran MRT Jakarta ini tentu diharapkan dapat menarik pengguna kendaraan pribadi beralih untuk menggunakan angkutan massal serta mengurangi kemacetan, terutama di sepanjang koridor jalan yang dilaluinya,” kata Kepala Badan Pengelola Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono. “Namun, agar harapan tersebut tercapai, masih dibutuhkan langkah-langkah lanjut yang berkaitan dengan integrasi moda maupun kebijakan lain agar masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.”

Menurut Bambang, supaya berjalan optimal, MRT harus ditopang oleh angkutan umum massal yang mudah diakses oleh masyarakat, baik untuk melanjutkan setelah menggunakan MRT ataupun sebaliknya. Ia juga menambahkan, ketersediaan feeder berupa angkutan umum massal ini penting, supaya dalam mengakses MRT, masyarakat tidak menggunakan kendaraan pribadi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*