Area Stasiun Gubeng dan Pasar Turi Terapkan 3 Zona untuk Kenyamanan dan Ketertiban Penumpang

Boarding area, Stasiun Gubeng Baru

SURABAYA – Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna dan Pasar Turi, PT KAI mengadaptasi pelayanan berstandar . Yaitu dengan membagi tiga zona atau tiga ring area kenyamanan.

Ring pertama adalah area yang siap naik KA. Ring kedua merupakan area ruang tunggu sebelum masuk ke ring pertama. Sementara itu, ring ketiga ada di area penjualan dan . “Ring pertama hanya berlaku bagi penumpang yang sudah mengantongi dengan keberangkatan di bawah satu jam,” jelas Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Sumarsono kepada JawaPos(18/8). Pemberlakuan kawasan terbatas ring pertama itu juga untuk menghindari orang terserempet kereta api.

Sentralisasi penumpang berdasar ring, lanjut Sumarsono, juga memudahkan pengawasan. Misalnya, ring kedua di dalam peron hanya diperuntukkan penumpang yang sudah mengantongi tiket. Namun, jam pemberangkatan lebih lama.

Dalam sehari, sedikitnya 16 kereta jarak jauh dan 18 kereta lokal berangkat dari . Kereta api jarak jauh dan kereta lokal dari Pasar Turi mencapai 11 unit. Dari dua itu, sedikitnya 45 kereta penumpang diberangkatkan. Jumlah itu sama dengan kereta yang datang. Puluhan KA tersebut mash belum terhitung maupun BBM. Lantaran lalu lintas kedatangan dan keberangkatan yang padat, zona pertama yang terdiri atas beberapa lintasan atau sangat berbahaya jika kedapatan penumpang.

Sumarsono menyampaikan, pemberlakuan tiga zona diharapkan dapat membuat stasiun-stasiun di DAOP 8 lebih tertata. Hasilnya, mulai jarang terlihat penumpang yang berjubel di stasiun. gabungan langsung mengurai kerumunan penumpang ketika kereta datang. Begitu pula penumpang yang hendak berangkat bisa tersentral maksimal sejam sebelum jam keberangkatan.

Sebelumnya, di stasiun Gubeng dan Stasiun Pasar Turi dibedakan gate kelas ekonomi dan komersial ( dan bisnis). Dengan adanya pembagian itu, mayoritas penumpang datang berdasar jam keberangkatan. Jika di kelas non-ekonomi berlaku okupansi 100 persen (tidak ada penumpang berdiri), sebaliknya di kereta lokal masih ditoleransi adanya 50 persen penumpang berdiri.

Tentang Masinis 182 Articles
Memulai karir menulis sejak duduk di bangku SMP sebagai layouter dan redaktur, dan membawa proses kepenulisannya hingga di bangku kuliah. 10 tahun terakhir aktif sebagai tenaga desainer di sebuah perusahaan yang berpusat di Malang. Beberapa tahun terakhir menjadi penumpang setia kereta api pagi rute Malang-Surabaya yang berangkat dari Stasiun Kotabaru jam 04.20 setiap hari. Sejak itu, penulis tertarik dengan segala hal tentang kereta api dan sistem transportasi publik.