Asyik, Kini Tersedia Keran Air Minum Gratis di Stasiun Tawang Semarang!

Krisbiyantoro, Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang - datsumo-no-mechanism460.info
Krisbiyantoro, Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang - datsumo-no-mechanism460.info

Semarang – Guna meningkatkan dan kepedulian terhadap kebutuhan , (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang menyediakan air minum di peron Tawang.

Menurut Manager Humas Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro, air minum gratis di Stasiun Tawang tersebut berasal dari sumber air tanah yang diolah menggunakan sistem Reverse Osmosis (RO) melalui 7 kali penyaringan. Apabila dilihat secara kasat mata, air RO disebut-sebut mempunyai tingkat kejernihan yang lebih baik dibanding air biasa.

“Sistem penyaringan yang dilengkapi dengan UV untuk mensterilkan dari bakteri yang tidak dibutuhkan untuk tubuh manusia dan telah lolos uji di laboratorium,” kata Krisbiyantoro, Selasa (26/3), seperti dilansir RMOLJateng.

Lebih lanjut Krisbiyantoro memaparkan bahwa penyediaan air minum gratis ini sengaja diberikan untuk mencukupi kebutuhan dasar yang semestinya dapat dinikmati oleh seluruh Indonesia. “Itu yang kemudian menjadi alasan bagi Daop 4 Semarang membuat inovasi dengan menyediakan air minum gratis berupa RO,” papar Krisbiyantoro.

Konsep RO sendiri sengaja digunakan lantaran pengolahan airnya cukup mudah dengan alat khusus yang dibeli di pasaran. Penggunaan alat tersebut diperkirakan bisa bertahan lama dengan bahan baku yang relatif murah karena mengambil sumber air tanah yang tersedia di sekitar Stasiun Tawang Semarang.

“Dipilihnya RO karena alatnya sekali beli. Merupakan produk dari USA dengan anggaran lebih dari Rp 31 juta. Selain itu, pengolahannya pun tidak terlalu ribet. Dibandingkan air galon yang harus menggantinya setiap hari, sehingga membutuhkan tambahan pengeluaran biaya. Air RO ini memang sengaja dikhususkan bagi pengguna jasa karena letaknya telah melewati boarding pass atau peron stasiun,” ungkap Krisbiyantoro.

Pihak KAI Daop 4 Semarang berencana menyediakan fasilitas serupa di sejumlah stasiun besar seperti Stasiun Poncol Semarang, Stasiun Tegal, Stasiun Pekalongan, dan Stasiun Cepu. “Hal tersebut akan dilakukan bila nanti setelah hasil evaluasi ternyata menunjukkan perkembangan yang positif. Misalnya banyak pengguna jasa kereta api yang mengkonsumsi air RO gratis tersebut,” ucap perakit mesin RO, Triadi Yudha Prasetyo.

Adapun kapasitas mesin RO yang dihasilkan maksimal 1.500 liter per hari. Pada prosesnya, air baku yang diambil dari sumur artesis kemudian melalui proses 7 kali penyaringan. “Dengan adanya air minum gratis dengan kapasitas 1.500 liter air diharapkan mampu memudahkan penumpang yang ada di stasiun tawang,” pungkas Krisbiyantoro.