Syarat Naik Kereta Api Terbaru, Penumpang Tak Perlu Tes Covid-19

Joni Martinus, VP Public Relations PT KAI - www.jurnas.com
Joni Martinus, VP Public Relations PT KAI - www.jurnas.com

– Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan aturan terbaru yang berlaku mulai 18 Mei 2022 kemarin. Dalam Surat Edaran (SE) Kemenhub Nomor 57 Tahun 2022 untuk menyesuaikan aturan dari SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 18 Tahun 2022, tercantum bahwa syarat perjalanan untuk antarkota yang telah divaksin dosis kedua dan booster tidak perlu menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR maupun rapid test antigen.

“KAI mendukung seluruh kebijakan untuk perjalanan kereta api di masa pandemi Covid-19. Relaksasi protokol tersebut diharapkan dapat menjadi titik balik kebangkitan moda kereta api dan turut berkontribusi untuk pemulihan ekonomi nasional,” tutur VP Public Relations KAI Joni Martinus, Rabu (18/5), seperti dilansir dari Liputan6.

Nah, untuk penumpang yang baru divaksin dosis pertama tetap wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR 3×24 jam atau rapid test antigen 1×24 sebagai syarat perjalanan. Demikian pula bagi penumpang dengan kondisi kesehatan khusus wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Sedangkan bagi penumpang berusia di bawah 6 tahun tidak perlu melakukan RT-PCR atau rapid test antigen. Namun wajib didampingi oleh pendamping yang telah memenuhi syarat perjalanan di atas. “Setiap pelaku perjalanan dengan moda transportasi perkeretaapian wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan,” demikian bunyi aturan tersebut.

Untuk memperlancar proses pemeriksaan, KAI sudah mengintegrasikan ticketing system KAI dengan aplikasi PeduliLindungi untuk memvalidasi data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 pelanggan. Hasilnya, data itu bisa langsung diketahui oleh ketika pemesanan tiket lewat KAI Access, web KAI, dan pada saat boarding.

Selain itu, penumpang tetap wajib memakai masker selama perjalanan kereta api dan ketika berada di . Masker yang dipakai adalah masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutup hidung, mulut, dan dagu. Penumpang harus mengganti masker setiap 4 jam dan membuang limbang masker di tempat yang disediakan. Penumpang juga diimbau untuk tidak berbicara satu arah atau dua arah lewat telepon atau secara langsung selama perjalanan.

“Sebagai bentuk peningkatan pelayanan, KAI memberikan healthy kit kepada pelanggan KA Jarak Jauh yang berisikan masker dan tisu basah secara cuma-cuma,” pungkas Joni.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*