Automatic Container Transporter – Monorel Kontainer Otomatis

– Kemacetan lalu lintas di jalan tol Margomulyo dan Non Tol Osowilangan, Kalianak, Greges akibat kendaraan pengangkut petikemas (trailer) di Pelabuhan Tanjung Perak kini di atasi dengan penyediaan alat pengangkut container otomatis ().

PT Pelindo III bersama PT Adhi Karya melakukan kerjasama untuk mega proyek yang di estimasi menelan total anggaran 12 triliun rupiah. Satu di antaranya bernilai 2,5 triliun kini dipasang di Tanjung Perak Surabaya.

atc
Sketsa Automatic Container Transporter

“Yang dibangun di Tanjung Perak adalah monorail pengangkut dengan sistem otomatis penuh atau Automated Container Transporter, ini adalah yang pertama di dunia dan akan menghubungkan pelabuhan Tanjung Perak dengan Terminal Multipurpose Teluk Lamong sepanjang 5,6 kilometer,” kata Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelindo III Husein Latif.

Penyediaan alat pengangkut container otomatis (Automatic Container Transporter) tersebut juga merupakan dukungan terhadap upaya peningkatan perekonomian di Surabaya dan kota-kota lain di Provinsi Jawa Timur dan sekitarnya bahkan untuk menunjang kelancaran pengiriman barang pada Kawasan Timur Indonesia (KTI), imbuhnya.

Edi Priyanto, Kepala Humas PT Pelindo III juga menjelaskan, automated container transportation senilai Rp2,5 triliun itu akan menghubungkan Terminal Multipurpose Teluk Lamong (TMTL) dengan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dengan panjang lintasan mencapai 11,445 km.

“Pelindo III dan PT Adhi Karya saat ini tengah merampungkan studi kelayakannya, yang meliputi aspek finansial, komersial, dan legal. Termasuk demand dan tarif angkutan peti kemas,” ujarnya dalam siaran pers.

ACT ini memiliki sejumlah keunggulan yakni ketepatan waktu pengiriman, mengurangi kemacetan, minim penggunaan lahan dan dapat mengurangi penggunaan box container. Serta ramah lingkungan karena menggunakan energi listrik.

Edi menegaskan kemacetan yang saat ini terjadi di kawasan pelabuhan Tanjung Perak apabila tidak diatasi dengan automated container transportation akan berdampak pada terjadinya beberapa permasalahan. Diantranya adalah ketidakpastian waktu sehingga sulit mengatur siklus operasi bongkar muat, inefisiensi penggunaan utilitas bongkar muat di pelabuhan dan depo petikemas, pemborosan konsumsi bahan bakar minyak serta tingginya biaya logistik dan .

Menurutnya juga dalam rencana pengembangan, Pelindo III akan mengitegrasikan pola operasi terminal petikemas dengan local container depo. Pengembangan automated container transportation ini nantinya diharapkan dapat multiplayer effect dengan pengoperasian double track dan mempersiapkan interface point angkutan dengan pelabuhan. Selain itu, diharapkan pengembangan automated container transportation akan mengurangi local container depo yang akan dikumpulkan menjadi satu lokasi serta memfokuskan depo menjadi Inline container depo.

Pembangunan proyek ACT diperkirakan memerlukan waktu penyelesaian selama dua tahun. Proyek monorel ini merupakan bagian dari rencana pembangunan tiga monorel oleh konsorsium tujuh badan usaha milik negara (BUMN). Yaitu PT Jasa Marga, PT Adhi Karya, PT INKA, PT LEN, PT Telkom, PT Angkasa Pura, dan PT Pelindo III.

Tentang Dinar Firda Rosa 263 Articles
Peminat studi Teknik Informatika, saat ini bermukim di Malang - Jawa Timur