Banjir Rob di Jalur Pantura, Perjalanan KA Ambarawa Ekspres Terganggu

Suprapto, Humas PT KAI Daop 4 Semarang - zonapasar.com
Suprapto, Humas PT KAI Daop 4 Semarang - zonapasar.com

Semarang – Wilayah Pantura mulai Tegal hingga Demak terkena bencana banjir akibat gelombang laut pasang. Rob (air laut masuk ke daratan) dengan ketinggian mencapai lebih dari 1 meter tersebut juga turut mengakibatkan terendam. Alhasil sejumlah dikabarkan terganggu karena hanya dapat melaju dengan kecepatan 5 km per jam.

Humas Daop 4 Semarang, Suprapto mengungkapkan jika banjir rob dengan ketinggian paling parah berlangsung di jalur Tawang ke Alastua. Di daerah tersebut banjir cukup tinggi dan menggenangi jalan serta rel kereta api akibat hujan deras. “Oleh karena itu, perjalanan KA Ambarawa Ekspress terganggu, dengan relasi Surabaya Pasar Turi ke Semarang Poncol,” jelas Suprapto, Rabu (23/5) malam, seperti dilansir Tempo.

Walaupun laju kereta api terganggu oleh banjir tersebut, Suprapto mengungkapkan bahwa tidak sampai terjadi keterlambatan. Lebih lanjut ia menambahkan, rel kereta api yang terendam rob hanya terjadi di jalur timur, sedangkan perjalanan dari barat tergolong lancar.

“Aman, semua aman. Terpenting tetap merasa aman. Apalagi ini kan faktor alam. Barat aman, untuk yang dari timur saat ini juga mulai menyusut. Keadaan sudah mulai berangsur lancar seiring dengan surutnya banjir yang berada di Kaligawe mulai menyusut serta perjalanan kereta api berangsur normal,” beber Suprapto.

Di tempat terpisah, Kepala Data dan Stasiun Klimatologi Klas I, BMKG Kota Semarang, Iis Harmoko mengatakan, dari hasil pengamatan citra satelit BMKG, terjadi kenaikan air pasang setiap bulannya yang mencapai 100-125 cm. “Jika dipantau dari mean sea level pengukuran, berarti terdapat kenaikan air laut setinggi 40-65 sentimeter,” jelas Iis.

Kenaikan air rob tersebut menurutnya telah memicu terjadi genangan di daerah pesisir, terutama banjir di area jalur Pantura dari Tegal sampai Demak. “Peningkatan air rob dipengaruhi oleh arus laut dalam yang menuju pesisir pantai utara Jawa. Ini secara otomatis meningkatkan debit air laut dan melimpah ke daratan,” tuturnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*