Berantas Copet, PT KAI Perketat Pengamanan di Stasiun & Kereta Api

Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto

– PT Indonesia (KAI) Yogyakarta dan Jawa Tengah saat ini sedang giat untuk memberantas copet yang berkeliaran di dan . Oleh sebab itu KAI pun berupaya meningkatkan pengawasan dan pengamanan di sejumlah lokasi. Bahkan belum lama ini KAI berhasil menangkap beberapa copet sekaligus.

“Dalam hari ini saja, ada empat copet yang tertangkap yaitu masing-masing satu di Stasiun dan Tugu, serta dua orang di Stasiun Solo,” ujar Manajer Humas Daop VI Yogyakarta, Eko Budiyanto di Yogyakarta, Rabu (19/4).

Eko menjelaskan bahwa setidaknya pihaknya telah menyiagakan polisi khusus kereta api (Polsuska) di Daop 6 sekitar 150 petugas. Karena tindak kriminal jelang puasa dan diprediksi meningkat, KAI pun akan memperketat pengamanan dengan menyiagakan aparat dan TNI. “Juga dikerahkan anjing K9 untuk membantu pengamanan,” ungkapnya.

Para pencopet biasanya memakai modus menyamar sebagai dan memanfaatkan momen saat korban sedang lengah. “Mereka memanfaatkan keramaian yang ada di umum. Bahkan tidak jarang dari mereka yang menyamar menjadi dengan membeli karcis secara resmi,” kata Eko.

Bahkan Eko juga menambahkan bahwa para petugas kereta api nantinya akan menjalani pemeriksaan urine untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penggunaan narkoba, terutama oleh para masinis yang tengah bertugas. Pemeriksaan akan diadakan dadakan oleh petugas Badan Narkotika Nasional,” ucapnya.

Walaupun sudah disiapkan sistem pengamanan berupa CCTV dan juga petugas keamanan yang selalu berjaga, Eko mengimbau para penumpang untuk tetap waspada dan menjaga barang bawaan masing-masing. “Setiap ada keramaian dan kepadatan penumpang, ada potensi tindak kejahatan,” jelas Eko.

Sayangnya sebagian besar korban pencopetan tak bersedia menjadi saksi dalam proses peradilan peristiwa yang telah mereka alami tersebut. Para korban biasanya sudah lega selama benda yang telah dicuri berhasil dikembalikan dalam kondisi utuh.