Berlaku Satu Bulan, Penumpang di Stasiun Duri Bisa Naik KA Bandara dengan Tarif KRL

Kereta Bandara - detik.com

Untuk memfasilitasi penumpukan penumpang yang terjadi di Stasiun , bakal menyediakan sebagian kapasitas kereta bagi para pengguna KRL (kereta rel listrik) lintas Tangerang-Jakarta. Penumpang KRL bisa menggunakan KA dengan hanya membayar sebesar Rp3.500 (sama seperti tarif KRL) selama masa penyesuaian peningkatan fasilitas dan jalur di Stasiun Duri.

“Karena kami belum bisa membuka penumpang KA bandara untuk naik turun di Duri dan belum ada jalur dedicated untuk , maka kami hanya bisa cover penumpang dari Stasiun Batu Ceper-Sudirman Baru PP,” jelas Direktur PT Railink, Heru Kuswanto, seperti dikutip Liputan6. “Mengenai tarifnya, seharga Rp3.500 per orang, dan nanti selisih harga akan dibayar oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan melalui mekanisme subsidi.”

Meski demikian, Heru menekankan, para komunitas kereta atau masyarakat bisa menggunakan layanan KA bandara hanya di saat peak hour dengan jumlah yang terbatas. Layaknya biasa, pengguna kereta bandara ini tetap disesuaikan tempat duduk, mengingat penumpang KA bandara dilarang berdiri layaknya KRL. “Fasilitas yang diberikan ini hanya berlaku untuk satu bulan saja,” sambung Heru.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, sempat mengatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan KA bandara untuk menampung penumpang di Stasiun Duri. Masyarakat dari atau ke Stasiun Duri bisa menumpang KA bandara dengan tarif yang disubsidi oleh . Penumpang tidak perlu melakukan tap untuk kartu, tetapi diharuskan membeli tiket.

“Pemakaian KA bandara juga akan dibatasi, masing-masing satu pada pagi hari untuk Batu Ceper-Duri dan satu lagi di sore hari untuk Duri ke Batu Ceper,” jelas Budi. “Subsidi ini hanya diberikan sementara sambil menunggu selesainya pembangunan jalur tunggu kereta di Stasiun Duri. Dan, jika sudah rampung, maka diyakini KA bandara tidak akan mengganggu KRL.”