Beroperasi Maret 2019, Tarif MRT Jakarta Berkisar Rp18 Ribuan?

Tuhiyat, Direktur Keuangan PT MRT Jakarta - infonitas.com
Tuhiyat, Direktur Keuangan PT MRT Jakarta - infonitas.com

JAKARTA – Perkembangan mass rapid transit (MRT) Jakarta hingga saat ini dikabarkan sudah mencapai 92 persen. Menurut rencana, MRT dari Lebak Bulus hingga Bunderan Hotel Indonesia akan mulai dioperasikan pada bulan Maret 2019. Nantinya, MRT berkisar Rp18 ribuan untuk satu kali perjalanan.

“Tarif MRT nantinya berkisar Rp18 ribu, yang diperoleh dari asumsi jumlah penumpang 173 ribu orang per hari,” kata Direktur Keuangan PT MRT Jakarta, Tuhiyat, seperti dilansir Tempo. “Angka 173 ribu itu diperoleh dari survei yang dilakukan pada tahun 2013 lalu. Meski sedang melakukan survei ulang untuk memperbaiki data, tetapi tarif diperkirakan tidak akan berubah drastis.”

Tuhiyat menambahkan, faktor lain yang ikut memengaruhi adalah porsi pendapatan non- dipatok 15 persen dan labanya 10 persen. Dengan kombinasi itu, kata Tuhiyat, jika tarif akhir yang dibayar tiap penumpang adalah Rp10 ribu, subsidi berakhir pada 2030. “Nantinya, MRT Jakarta juga harus berubah go public,” lanjut Tuhiyat.

Hingga akhir Februari 2018, konstruksi fisik keseluruhan MRT Jakarta, baik elevated maupun underground, sudah rampung hingga 91,86 persen. Uji coba angkutan bakal segera dilakukan begitu konstruksi fisik MRT selesai 100 persen pada pertengahan tahun ini. Uji coba sendiri diprediksi akan memakan waktu hingga sembilan bulan.

“Testing di lapangan antara enam sampai sembilan bulan, karena kami akan mulai di pertengahan tahun, sampai terus Maret (2019), sampai kami siap beroperasi,” jelas Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim. “Pengujian mencakup aspek-aspek teknis pengoperasian, seperti persinyalan, telekomunikasi, daya, hingga jalur.”

Menurut rencana, dua set kereta MRT Jakarta segera dikirim dari Jepang pada tanggal 7 Maret 2018 melalui Pelabuhan Toyohashi. Kereta MRT tersebut diperkirakan tiba di Jakarta pada tanggal 26 Maret mendatang. “Begitu kereta sampai di sini, akan langsung dites juga. Dilengkapi dahulu pemasangan semua perlengkapannya di dipo,” sambung Silvia.

“Prosedur yang sama juga dilakukan untuk rangkaian kereta ketiga hingga ke-16 yang berdatangan secara bertahap dari Nippon Sharyo di Toyokawa, Jepang ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta,” imbuh Silvia. “Rangkaian kereta memang datang secara bertahap. Masing-masing (tahap) dua rangkaian kereta.”