Bina Marga Sidoarjo Ajak KAI Pasang Pelat Baja Di 4 Titik Perlintasan KA

foto:radarsurabaya

– Aspal di beberapa api (KA) seringkali mengalami kerusakan. Selain karena getaran KA, faktor hujan juga dapat mempengaruhi. Kerusakan tersebut pun membahayakan pengguna jalan yang melewati perlintasan KA.

Kepala Dinas PU Bina Marga Sigit Setyawan berencana menggandeng (KAI) untuk bersama-sama melakukan pemeliharaan jalan di sekitar KA di wilayah Sidoarjo. Menurutnya, pihaknya sudah melayangkan surat ke . “Sekarang sedang menunggu jawaban,” ujarnya.

Konsep kerja sama yang diajukan adalah pemasangan pelat baja pada perlintasan KA di empat Jenggolo, Tanggulangin, Jalan Pahlawan dan Juanda. Nantinya, Pemkab Sidoarjo siap membiayai material pelat baja yang diperlukan. Sedangkan PT KAI diminta untuk menyiapkan material tersebut, dan juga memasangnya.

Berikutnya, PU Bina Marga juga bersedia memperbaiki jalan aspal yang rusak. “PT KAI yang punya material bantalan rel, jadi kami siap menyediakan dananya,” lanjut Sigit.

Diterangkan, langkah ini sebagai upaya pengurangan kerusakan jalan di perlintasan rel KA. Sebab, beberapa ruas jalan yang rusak membahayakan pengendara, terutama di perlintasan KA yang miring. Sedangkan pemasangan pelat tersebut dinilai akan membuat umur jalan aspal lebih awet.

“Selama ini sering dikeluhkan masyarakat, terutama di musim hujan karena jadi licin dan menyebabkan ban kendaraan selip,” kata Sigit kembali. Humas KAI Sumarsono mengatakan bahwa pihaknya membuka tangan untuk bekerja sama dengan Dinas PU Bina Marga.

“Walaupun belum ada kesepakatan secara tertulis, tapi kami menerima dengan baik usulan tersebut,” katanya. Dirinya pun membenarkan banyaknya keluhan masyarakat yang melewati rel KA melintang di jalan aspal. Namun memang pemasangan pelat rel tidak bisa dilakukan di semua tempat. “Nanti kita prioritaskan di jalan yang sering rusak saja,” lanjut Sumarsono. (nis/jee/radarsurabaya)

Tentang Masinis 182 Articles
Memulai karir menulis sejak duduk di bangku SMP sebagai layouter dan redaktur, dan membawa proses kepenulisannya hingga di bangku kuliah. 10 tahun terakhir aktif sebagai tenaga desainer di sebuah perusahaan yang berpusat di Malang. Beberapa tahun terakhir menjadi penumpang setia kereta api pagi rute Malang-Surabaya yang berangkat dari Stasiun Kotabaru jam 04.20 setiap hari. Sejak itu, penulis tertarik dengan segala hal tentang kereta api dan sistem transportasi publik.