Buang Sampah Di KRL itu Gampang

KRL

pagi tadi.

Saya sudah duduk manis di menunggu KRL berangkat. Di depan saya duduklah seorang perempuan muda nan modis. Sambil memainkan gadgetnya, dia membuka sebuah wafer coklat yang terbungkus plastik, lantas menikmati wafer coklat itu.

Ada sobekan pembungkus yang jatuh di lantai KRL dan dibiarkannnya begitu saja. Saya mulai pasang kuda-kuda. Saat menikmati wafer coklatnya, perempuan itu sempat menerima telpon lalu dia terisak menangis. Setelah mengakhiri telponnya, dia kembali menikmati wafer coklatnya sampai habis dan melempar bungkus plastiknya ke lantai KRL begitu saja, dengan enaknya, dengan santainya.

Kuda-kuda yang saya pasang sebelumnya, otomatis membuat saya meloncat. Saya ambil bungkus plastik dan sobekannya dari lantai KRL, saya bilang kepada perempuan itu “Mbak, meskipun lagi galau, jangan buang sembarangan. Saya nih mbak, suka nyampah di ransel kalo nggak ada tempat , daripada dibuang sembarangan.”

Lalu saya masukkan bungkus wafer coklatnya itu ke ransel saya, saya simpan sampai KRL berangkat, sampai saya tidur pulas di KRL, sampai saya menemukan tempat sampah ketika saya turun di Gondangdia.

Kalau bukan kita, siapa yang akan menyelamatkan bumi untuk anak cucu kelak? Kalau bukan dimulai dari kita, siapa lagi? Siapa coba mbak?
Siapa?!?!?!?!?

Widianti Pratiwa

Tentang Masinis 182 Articles
Memulai karir menulis sejak duduk di bangku SMP sebagai layouter dan redaktur, dan membawa proses kepenulisannya hingga di bangku kuliah. 10 tahun terakhir aktif sebagai tenaga desainer di sebuah perusahaan yang berpusat di Malang. Beberapa tahun terakhir menjadi penumpang setia kereta api pagi rute Malang-Surabaya yang berangkat dari Stasiun Kotabaru jam 04.20 setiap hari. Sejak itu, penulis tertarik dengan segala hal tentang kereta api dan sistem transportasi publik.