Demi KA Bandara, Jadwal Perjalanan KRL Duri-Tangerang Dikurangi

Kereta Bandara Soekarno-Hatta - validnews.co

JAKARTA – Mulai Kamis (29/3) kemarin, PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) resmi mengurangi jumlah kereta rel listrik () lintas -Tangerang yang semula 90 sehari menjadi 80 sehari. Pengurangan KRL tersebut, selain disesuaikan dengan GAPEKA 2017 yang diberlakukan , juga untuk memfasilitasi kereta Soekarno-Hatta yang memang direncanakan segera beroperasi di .

“Mulai 29 Maret 2018, jumlah perjalanan KRL lintas Duri-Tangerang PP akan dikembalikan sesuai GAPEKA 2017 yang diberlakukan oleh pemerintah, yaitu 80 perjalanan per hari, dari semula 90 perjalanan per hari,” jelas Direktur Operasi dan Pemasaran PT KCI, Subakir. “Jadwal keberangkatan pertama dari Tangerang pada pukul 03.55 WIB, sedangkan kereta pertama dari Duri berangkat pukul 04.45 WIB.”

Penyesuaian jadwal perjalanan KRL lintas Duri-Tangerang ini disosialisasikan melalui situs resmi PT KCI dan akun media sosial PT KCI. Selain itu, penyesuaian jadwal perjalanan KRL juga dipublikasikan melalui seluruh media informasi di stasiun darn KRL. “PT KCI juga akan mengoperasikan dua rangkaian kereta dengan formasi 12 (SAF-12) di lintas Duri-Tangerang,” sambung Subakir.

Sayangnya, pengurangan jadwal perjalanan KRL lintas Duri-Tangerang ini membuat kecewa para pengguna jasa. Para menganggap, kebijakan tersebut justru menyusahkan masyarakat, terutama yang selama ini menggunakan publik kereta. Sebab, dengan pengurangan dari 90 perjalanan menjadi 80 perjalanan, mengakibatkan setiap KRL sesak dan waktu tunggu lebih lama.

“Kalau begini caranya, lebih baik naik kendaraan pribadi saja,” kata Aceng, salah seorang pekerja swasta yang sering bepergian ke Jakarta. “Toh, yang umumnya malah bukan semakin membuat kita nyaman, malahan tidak nyaman. Bayangkan saja kita harus berdesakan.”

Sebenarnya, Pemerintah Kota Tangerang pada awal tahun kemarin sudah memprediksi rencana pengurangan perjalanan KRL terkait operasional . Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah, saat itu mengkhawatirkan pengurangan jumlah perjalanan KRL lintas Duri-Tangerang dapat memicu masyarakat kembali menggunakan kendaraan pribadi.