Didukung Menhub, Pemprov Riau gencarkan sosialisasi Pembebasan Lahan untuk proyek KA Trans-Sumatera

Pekanbaru – Dinas Perhubungan bersama dengan Tim percepatan di Provinsi Riau tengah gencar melakukan sosialisasi pembebasan kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan agar bersinergi dengan pengucuran dana APBN sebesar Rp 80 Miliar untuk pembangunan fisik rel di Riau yang menjadi bagian dari kereta api Trans-Sumatera.

“Dari dana Rp 80 miliar tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan jalur kereta api dan juga ganti rugi,” kata Rahmat Rahim, Kepala Dinas Perhubungan Riau saat ditemui di Pekanbaru, Selasa (14/6).

Rahmat mengatakan, dana tersebut akan segera dikucurkan seiring dengan munculnya persetujuan dan dukungan dari pihak Kementerian Perhubungan.

“Pak Menteri Perhubungan setuju dan menyatakan akan support dana dan meminta bantuan daerah untuk pendekatan pembebasan lahan kepada masyarakat. Dua minggu yang lalu, saya sudah turun ke lapangan melakukan sosialisasi karena tahun ini pembangunan fisik rel kereta api sepanjang 21 kilometer akan dimulai. Jadi kita sinergikan, Menhub menurunkan dananya, kita yang menyinergikannya dengan masyarakat,” paparnya.

Diungkap oleh Rahmat, Pemprov Riau akan memberi perhatian lebih pada pembangunan jalur kereta api Trans-Sumatera di rute Rantauprapat-Duri-Dumai yang membentang sepanjang 249 km dari Sumatera Utara ke Riau.

“KA Trans Sumatera ini juga akan menghubungkan tiga pelabuhan di Riau yakni Dumai, Tanjung Buton di Kabupaten Siak dan Kuala Enok di Kabupaten Indragiri Hilir,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pembangunan jalur kereta api Trans-Sumatera akan melibatkan beberapa rute, diantaranya rute Pekanbaru – Telukkuantan – Muaro sepanjang 164 km, Pekanbaru – Jambi sepanjang 350 km, Rantauprapat – Duri – Dumai sepanjang 249 km, serta Duri – Pekanbaru sepanjang 90 km.