Dihantam Kereta, 3 Orang Kritis Lainnya Luka Ringan

pick up yang telah dihantam kereta Sri Tanjung
pick up yang telah dihantam kereta Sri Tanjung
sumber : detikcom

Surabaya – Sebuah pickup L300 yang mengangkut rombongan pelayat dihantam KA Sri Tanjung. Peristiwa ini terjadi di perlintasan rel tanpa palang pintu di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Probolinggo. Akibat peristiwa pickup dihantam kereta ini, 3 orang kritis dan lainnya alami luka ringan.

yang menjadi korban kritis adalah Sri Wahyuni (50), Yuyun (35) dan Sumi (50). Semua korban kritis merupakan warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo dan semua dibawa ke RSUD dr Salaeh Kota Probolinggo.

Kronologi kejadian yang bisa dihimbun oleh detikcom dari para saksi, mobil pickup ini di kemudikan oleh Amir (35). Mobil pickup yang dihantam kereta ini membawa 20 orang yang hendak melayat termasuk didalamnya terdapat anak-anak. Rombongan ini akan melayat kerumah keluarga Nur, di wilayah Pesisir. Mobil pickup ini melajau dari arah timur lalu berbelok untuk menyebarani perlintasan rel tanpa palang pintu.

Saat berbelok dan mulai menyebrangi perlintasan rel tanpa palang pintu ini sang sopir tidak menyadari bahwa ada KA Sri Tanjung jurusan Purwokerto – Banyuwangi  yang melaju dari arah Barat.

Warga disekitar lokasi kejadian menduga bahwa sopir silau terkena sinar matahari sehingga tidak menyadari adanya kereta yang melintas. Akibatnya mobil tersebut dihantam kereta lalu para penumpang sebagian terpental keluar dari mobil.

“Kami rombongan, mau melayat. Waktu menyeberang rel itu, tiba-tiba ada kereta dari barat dan menabrak,” ujar Habibah (korban selamat).

Iptu Reza, Kanit Laka Satlantas Kota Probolinggo membenarkan bahwa telah terjadi kecelakaan.

“Kami masih melakukan penyelidikan, dan meminta keterangan sejumlah saksi,” ujar Reza kepada detikcom.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.