Dioptimalkan untuk KRL, Stasiun Jakarta Kota Kini Tiadakan Loket Tiket KA Jarak Jauh

Stasiun Jakarta Kota - en.wikipedia.org
Stasiun Jakarta Kota - en.wikipedia.org

Jakarta – Masyarakat yang hendak melakukan menggunakan jarak jauh dari Jakarta ke sejumlah destinasi kini perlu melakukan penyesuaian. Pasalnya, Jakarta Kota kini sudah tak lagi melayani KA jarak jauh.

Melalui akun Facebook resminya di KAI121, (KAI) mengumumkan bahwa mulai Selasa, 1 Agustus 2017 loket pembelian jarak jauh di Stasiun Jakarta Kota sudah ditiadakan. Sebagai alternatif, para calon disarankan untuk membeli tiket KA jarak jauh di stasiun lain seperti Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Bekasi.

Beberapa penumpang setia kereta api pun banyak yang menyayangkan keputusan KAI tersebut. “Kenapa harus dihilangkan loketnya? Stasiun Jakarta Kota adalah stasiun penuh dengan sejarah Kereta Api Jarak Jauh. Bisa dibilang ya perintis. Kenapa mesti menghapus loketnya,” tanya salah seorang netizen.

Pihak KAI pun menjelaskan jika kini sudah tak ada lagi KA jarak jauh yang diberangkatkan dari Stasiun Jakarta Kota. “Mengenai hal itu dikarenakan kini sudah tidak tersedia kembali perjalanan KA Jarak Jauh dari Stasiun Jakarta Kota,” kata KAI.

Lebih lanjut KAI mengungkapkan bahwa keputusan ini sudah melalui survei dan menyesuaikan dengan grafik perjalanan kereta api (GAPEKA) 2017. “Stasiun pemberhentian KA Jarak Jauh telah disesuaikan dengan grafik perjalanan KA yang berlaku dengan mempertimbangkan kepadatan perjalanan KA lainnya yang melintas pada jalur yang sama,” jelasnya.

Seperti diketahui, Stasiun Jakarta Kota selama ini menjadi salah stasiun yang terpadat di kawasan DKI Jakarta dan kerap menimbulkan kemacetan lalu lintas di area sekitar stasiun. Oleh sebab itu kini Stasiun Jakarta Kota dialihkan untuk operasional perjalanan kereta rel listrik (KRL) atau commuter line.

Sebelumnya pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan uji coba pengoperasian KRL relasi Stasiun Jakarta Kota-Stasiun Cikarang dengan total lintasan sejauh 49 km. Nantinya kemungkinan untuk yang dijadwalkan beroperasi pada September 2017 tersebut akan dikenai tarif Rp 5.000 per penumpang.

“Jarak antara Stasiun Jakarta Kota hingga Stasiun Cikarang 49 kilometer, maka tarif yang dibebankan yakni Rp 5.000,” kata Manajer Humas Commuter Jabodetabek (KCJ), Eva Chairunisa. Untuk setiap 10 km berikutnya akan dikenai penambahan biaya Rp 1.000.