Disperindagkop UMKM Klaten akan Bentuk Koperasi Pengasong

– Konflik antara dan yang kerap kali terjadi belum juga menemukan pemecahan. Konflik tersebut, diakibatkan yang melarang berjualan di dalam karena dinilai mengganggu para . Dalam menyelesaikan masalah itu, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( ) Klaten bersiap membantu.

Drs. Sugiharjo Sapto Aji, Kepala Disperindagkop UMKM, mengaku telah berupaya membantu mencari jalan keluar permasalahan di antara dua kubu tersebut. Tujuannya adalah agar pengasong bisa tetap mencari nafkah meski tidak memasuki gerbong KA. Oleh pihak Disperindagkop UMKM, pengasong tersebut ditawari untuk berjualan di pasar Klitikan Mojayan pada pagi hari dan di alun-alun bila malam.

“Tawaran untuk berjualan di Pasar Klithikan ditolak pengasong. Pengasong sudah puluhan tahun bekerja di dalam KA, jadi begiu dilarang oleh PT KAI, mereka tetap nekat berjualan di dalam gerbong meski harus kucing-kucingan dengan polisi khusus KA (Polsuska),” ujar Sapto Aji kepada suaramerdeka, di kantornya, Minggu (6/10/2013).

Disperindagkop UMKM juga telah menawarkan pembentukan sebuah badan hukum yang bisa menjadi tempat bernaung para pengasong. Bentuk badan hukum yang dinilai sesuai adalah koperasi pengasong. Tawaran inipun telah disampaikan kepada perwakilan pengasong pada pekan lalu.

“Lebih baik, kalau mereka bernaung dalam wadah koperasi agar lebih baik. Nantinya, koperasi bisa juga berfungsi untuk simpan pinjam modal usaha kepada para pengasong yang menjadi anggotanya, sehingga mereka bisa mengembangkan usahanya,” jelas Sapto Aji kepada wartawan.

Sedangkan pihak PT KAI, kini mempunyai rekanan yang berdagang di dalam gerbong dengan rapi dan tertib. Jika nantinya para pengasong mempunyai wadah yang berbadan hukum, kemungkinan besar mereka akan diterima menjadi rekanan PT KAI. Namun, menurut Sapto Aji, Disperindakop UMKM tak bisa mendikte kebijakan PT KAI.

Tentang Dinar Firda Rosa 263 Articles
Peminat studi Teknik Informatika, saat ini bermukim di Malang - Jawa Timur