E-ticketing Gunakan Alat-Alat dari Indonesia

model e-ticketing di pintu masuk peron di Staiun Jakarta Kota, Jakarta Barat
Model yang di pasang di pintu masuk peron Jakarta Kota, Jakarta Barat
sumber:kompas.com

Jakarta – Penerapan e-ticketing tidak akan menggunakan vendor asing dalam penyediaan atau pemasokkan barangnya. Kepastian dari hal ini telah disampaikan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Kepastian ini disampaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan pada acara BUMN Innovation Expo & Award 2013. Acara ini dilaksanakan di Jakarta Convention Centre pada Kamis, 27 Juni 2013.

Pada saat acara itu berlangsung Dahlan Iskan meminta seluruh tim inovasi dari untuk menyampaikan dan menjelaskan program e-ticketing. Saat perwakilan inovasi dari PT KAI naik, mereka menjelaskan bahwa program e-ticketing ini tidak menggunakan atau membeli alat-alat dari luar negeri tetapi menggunakan semua alat-alat dari dalam negeri.

“Jadi saya pastikan untuk penerapan e-ticketing ini, PT KAI tidak memebeli peralatan dari vendor asing,”ujar Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Inovasi e-ticketing yang diciptakan oleh PT KAI ini mendapatkan penghargaan sebagai The Best Product Innovation for Logistic and Transportasion Sector. Program e-ticketing yang tidak menggunakan alat dari luar negeri, Dahlan mengharapkan tidak ada kemancetan dan hambatan.

Program e-ticketing ini akan mulai diterapkan pada beberap stasiun mulai tanggal 1 Juli 2013.

Dengan menggunakan teknologi e-ticketing ini, yang ingin naik kereta tidak perlu lagi mengantri di loket untuk mendapatkan karcis. E-ticketing ini tidak memiliki masa batas waktu, yang menjadi batas adalah saldonya. Tetapi saldo dari e-ticketing ini bisa diisi kembali.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.