Empat Standar Pelayanan Minimun Baru Kereta Api

JAKARTA – Kementerian Perhubungan menerbitkan Menteri Perhubungan Nomor 47 Tahun 2014 tentang Standar Minimum (SPM) untuk Orang dengan . SPM baru terdiri dari empat poin yaitu yaitu kompensasi keterlambatan, simulasi evakuasi keadaan darurat, SPM di , dan SPM di perjalanan.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko menjelaskan bahwa kereta api akan mendapatkan formulir informasi keterlambatan bila keterlambatan selama 30 menit hingga satu jam. Aturan itu berlaku perjalanan terjadwal dari kereta api perkotaan.

Penumpang juga akan mendapatkan hak pengembalian 100 persen bagi penumpang yang membatalkan perjalanan jika keterlambatan lebih dari satu jam.

“Lebih dari satu jam wajib diberikan hak pengembalian 100% bagi penumpang yang membatalkan perjalanan,” kata Hermanto di Jakarta, seperti dikutip metrotvnews Selasa (4/11/2014).

Poin SPM baru yang kedua yakni wajib dilaksanakanya simulasi evakuasi keadaan darurat pada stasiun besar. Simulasi akan ditayangkan dalam bentuk video diputar dalam kereta.

“Di pesawat, di () laut kan sudah ada, sekarang ini di kereta api yang belum, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” jelas Hermanto kepada seruu.com.

SPM ketiga yaitu SPM di stasiun yang berupa penambahan fasilitas pelayanan penumpang, ruang boarding dan fasilitas kesehatan. Sedangkan SPM yang keempat yaitu SPM di perjalanan yang berupa penambahan pengatur sirkulasi udara yang dilengkapi dengan alat pengukur suhu ruangan pada setiap kereta serta informasi petunjuk keselamatan dan evakuasi dalam keadaan darurat.

Adanya SPM baru yang sudah berlaku saat ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat dalam memperoleh transportasi kereta api.