Evaluasi Dilakukan Pada Sistem Perkeretaapian Spanyol

Madrid – Setelah terjadi di yang menewaskan hingga 79 orang pada bulan lalu, kemarin Jumat, 9 Agustus 2013 pemerintah mengumumkan akan melakukan evaluasi terhadap sistem perkeretaapian yang ada di negara ini.

Hal ini diungkapan oleh Menteri Pekerjaan Umum Spanyol, Ana Pastor kepada parlemen.

“Semuanya dalam evaluasi dan menjadi subyek pembenahan,”jelasnya kepada parlemen akibat terjadinya kecelakaan fatal pada 24 Juli lalu.

Pemerintah Spanyol akan lalukan evaluasi terhadap batas kecepatan dan sistem persinyalan seluruh jaringan yang ada di negara ini.

Ana juga menambahkan evaluasi akan dilakukan untuk perubahan aturan penggunaan telepon para pegawai . Selain itu pihaknya juga akan mempertimbangkan untuk penggunaan teknologi satelit pada keret api untuk melengkapi sistem sinyal yang telah ada.

Dalam satu dekade terakhir Spayol memberikan kontribusi yang besar terhadap moda kereta api.

Sapnyol menduduki peringkat kedua untuk jaringan kereta api cepat terbesar didunia dengan panjang rel sepanjang 3.100 kilometer. Untuk transportasi kereta api cepat ini Spanyol hanya kalah dari negara Cgina.

Jaringan kereta api Spanyol merupakan kombinasi jalur kereta api cepat dengan sistem keselamatan canggih dan jalur konvensional tanpa sistem pengereman yang canggih.

Penjabat setempat menyebutkan bahwa tempat terjadinya kecelakaan kereta merupakan tempat kecelekaan konvensial yang menggunakan sistem pengereman biasa. Kereta baru bisa berhenti langsung saat kereta berada pada kecepatan diatas 200km/jam.

Presiden perusahaan kereta api Spanyol, Renfe Julop Gomez – Pomar menyatakan kepada parlemen bahwa pihaknya terus akan melakukan evaluasi pada sistem perkeretaapian negera ini.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.