Fase Pengeboran Mengawali Proyek Jalur Kereta Prancis – Italia

terowongan untuk berkecepatan tinggi dari ke Turin, Italia, dimulai pada Selasa (12/11/2013) kemarin. ini diawali dengan pengeboran selebar enam meter di Chiomonte di Italia timur laut.

Dimulainya kembali proyek yang telah mengalami penundaan selama bertahun-tahun dengan diawali fase pengeboran tersebut hanya dengan sepengatahuan para pejabat Italia dan Prancis, serta media yang diberi tahu mengenai hal tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi demo.

“Kami sudah memasuki fase pengeboran, proyek itu saat ini sudah tidak bisa ditarik kembali,” ungkap Piero Fassino, Wali Kota Turin.

Sebelum diadakan pertemuan tingkat tinggi di Roma yang akan dilaksanakan 20 November 2013 mendatang, Parlemen Italia dan Prancis ingin menyetujui proyek tersebut ditengah protes keras penduduk setempat dan aktivis lingkungan yang mengatakan proyek itu terlalu mahal dan tidak bermanfaat.

Dari total dana sebesar 8,5 miliar euro atau sekitar Rp 131,4 triliun yang diperlukan, akan mengeluarkan 40 persen dana untuk membangun terowongan “transalpine” sepanjang 57 kilometer tersebut,sedangkan Italia akan mengeluarkan 2,9 miliar euro atau sekitar Rp 44,8 triliun dan Prancis menyumbang 2,2 miliar euro atau sekitar Rp 34 triliun.

Penggalian pertama sepanjang 200 meter dilakukan menggunakan penggali mekanik. Dengan ekskavator diperkirakan akan menggali sepanjang 7 hingga 10 meter dalam satu hari untuk menyelesaikan sisa galian sepanjang 7.300 meter.

kereta berkecepatan tinggi dari Lyon-Turin itu memiliki tiga nilai: Eropa, dan lingkungan,” ujar Louis Besson, Ketua Delegasi Prancis.

Jalur kereta yang direncanakan akan mulai dijalankan pada 2025 tersebut, diperkirakan akan mengurangi satu juta truk yang melintasi jalan tol setahun, dan mengurangi durasi perjalanan kereta antara Paris dan Milan dari tujuh jam menjadi hanya empat jam.

Tentang Dinar Firda Rosa 263 Articles
Peminat studi Teknik Informatika, saat ini bermukim di Malang - Jawa Timur