Gandeng Australia, Indonesia Kembangkan Kereta Barang Bersensor di Jawa Timur

Semakin padatnya jalan raya di , membuat otoritas Indonesia () dan Provinsi Jawa Timur mengembangkan sistem pengiriman barang. Untuk mencapai tujuan tersebut, Indonesia bekerja sama dengan Australia membuat kereta yang akan dilengkapi dengan sensor untuk mendeteksi pergerakan saat pengoperasian normal, termasuk perpindahan dan vibrasi.

Peralatan teknis gerbong itu telah dirancang oleh Institute of Rail Technology (IRT) dari Monash University di Melbourne untuk menghasilkan data mengenai kondisi trek dan respon dari sarana perkeretaapian. “Otoritas kereta api Indonesia dan pemerintah provinsi melihat adanya kebutuhan akan transportasi kereta api yang amat besar di Jawa Timur, terutama di Surabaya,” jelas pemimpin penelitian dari Monash University, Prof. Wing Kong Chiu.

“Kereta api sebagai sarana pengangkutan barang yang lebih efisien dari satu tempat ke tempat lain harus dikaji lebih lanjut,” sambung Chiu. “Ini termasuk bagaimana jaringan kereta api digunakan secara aman dan efisien, dan apakah aset rel lain yang sudah ada dapat diaktifkan kembali.”

Sementara menurut pemimpin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ir. Hera Widyastuti, MT, Ph.D, memperbaiki sistem kereta api akan mengurangi kemacetan dan memiliki dampak jangka panjang. “Barang dapat diangkut dengan lebih lancar, serta mengurangi polusi dan tingkat kecelakaan,” paparnya.

Para peneliti beranggapan, daripada memasang peralatan teknis pada trek di beberapa lokasi untuk memantau statusnya, gerbong dengan perangkat teknis ini lebih bisa memantau dan memberikan laporan kondisi di seluruh jalur yang dilintasi. Data tersebut bisa digunakan untuk menentukan batas aman kecepatan kereta api di setiap segmen trek untuk muatan tertentu.

Proyek ini sendiri diprakarsai oleh Infrastructure Cluster dari Australia Indonesia Centre dengan dukungan Pemerintah Jawa Timur, PT KAI, Kawasan Pelabuhan dan Industri Terpadu Jawa, Pelabuhan Kontainer Terminal Teluk Lamong, Australian Rail Track Corporation, Public Transport Victoria, dan Monash University.