Gelontorkan dana USD 6 Juta untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung – Surabaya, Jepang kecewa diadu dengan China

Putusan terkait negosiasi Jakarta-Surabaya tampaknya memunculkan persaingan sengit antar dua Negara terkait yakni Jepang dan Cina. Pejabat dari kedua negara ini berupaya optimal meyakinkan pihak dengan bolak-balik mengadakan pertemuan secara terpisah untuk membahas proyek pembangunan cepat pertama di Indonesia tersebut. ini rencananya akan melintas di rel sepanjang 750 kilometer yang menghubungkan Jakarta, , Cirebon, dan Surabaya.

Pada tanggal 22-23 Mei 2015 lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla diundang untuk hadir sebagai pembicara pada seminar yang diselenggarakan oleh media raksasa Nikkei Inc di . Di sela-sela acara, Jusuf Kalla dijadwalkan untuk bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dengan salah satu fokus pembicaraan seputar proyek kereta api cepat Jakarta-Surabaya. “Pertemuan bilateral Indonesia-Jepang membahas berbagai proyek infrastruktur, terutama kereta api cepat Jakarta-Surabaya dan pelabuhan pengganti Cilamaya,” kata Wijayanto Samirin, Staf Khusus Bidang dan Keuangan Wapres Jusuf Kalla.

Sebelum kunjungan tersebut dilaksanakan tepatnya pada bulan Maret 2015 lalu, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno telah melakukan penandatanganan dengan pemerintah China untuk membangun proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung tersebut di sela-sela kunjungan Presiden Joko Widodo ke China. Hal inilah yang membuat pihak Jepang kecewa karena (Japan International Cooperation Agency) disebut-sebut telah menggelontorkan senilai USD 6 juta untuk melakukan studi kelayakan saja. “ menggunakan dana yang berasal dari pembayaran pajak warga negaranya. Sulit bagi untuk mempertanggungjawabkan biaya sebesar USD 6 juta yang sudah dikeluarkan jikalau Jepang tidak mendapat proyek ini,” telisik salah seorang pengamat.

1 Trackback / Pingback

  1. Bulan ini : Cina mulai Bangun Jalur Rel KA Cepat Pertama di Indonesia | Kurs Rupiah

Komentar ditutup.