Gerbong Berdiri dengn Kursi Lipat Dioperasikan saat Jam Padat Penumpang

Jakarta – berdiri dengan kursi lipat dalam kereta listrik akan mulai difungsikan oleh PT Indonesia (KAI). Saat jam – jam padat kursi yang yang ada di gerbong berdiri akan dilipat. Dengan dilipatnya kursi gerbong akan terliat agak renggang dan akan berdiri didalamnya.

“Jadi nantinya saat jam sibuk, tidak ada yang duduk di gerbong itu,” kata Tri Handoyo, Direktur Utama Commuter Jabodetabek (KCJ) saat jumpa pers.

Handoyo menjelaskan bahwa dalam satu rangkaian kereta listrik nanti ada 10 gerbong. Terdapat 2 gerbong berdiri kursi lipat dalam rangkaian tersebut. 8 gerbong lainnya merupakan gerbong biasa dengan kursi permanen.

“Jadi saat jam sibuk, setiap rangkaian akan berisi dua gerbong berdiri, delapan gerbong normal. Kenapa bisa begitu, ya memang Jepangnya yang desain begitu,” jelasnya.

Gerbong berdiri kursi lipat merupakan bagian dari 180 rangkaian kereta listrik abru yang akan didatangkan dari Jepang. Kereta ini akan datang paling lambat akhir tahun ini. Nantinya gerbong dengan kursi lipat ini diatur oleh masinis, apakah mau dilipat atau tidak.

Saat diluar jam padat, diata pukul 09.00 WIB kursi yang tadinya dilipat saat jam padat, dibuka kembali.  Pada saat menjelang sore, saat pulang kerja kursi kembali dilipat.

180 rangkaian kereta listrik yang didatangkan dari Jepang ini merupakan kereta tipe 205. Kereta ini dipesan dari East Japan Railway Company.

Saat kereta ini sudah datang di Indonesia, berarti terdapat kereta baru yag beroperasi di Indonesia, khususnya di Jabodetabek.

Saat kereta listrik yang dimiliki oleh PT KAI adalah kereta listrik dengan tipe 203 yang didatangkan pada tahun 2012 dari Jepang juga.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.