“Gerbong Maut” Bakal Hadir di Museum Kereta Api Bondowoso

Usai diresmikan pada tanggal 17 Agustus lalu, PT Indonesia (KAI) langsung mengambil ancang-ancang untuk menambah koleksi di . Tak tanggung-tanggung, koleksi yang bakal diboyong tersebut adalah “ Maut”, yang pernah membawa pejuang kemerdekaan dari Stasiun Bondowoso menuju Surabaya.

“Gerbong Maut” sendiri adalah gerbong yang digunakan militer Belanda untuk membawa tawanan, yaitu orang-orang Indonesia, dari Penjara Bondowoso ke Penjara Bubutan pada tahun 1947. Ada tiga gerbong yang mengangkut para pejuang Indonesia pada saat itu, dan semuanya terbuat dari baja yang rapat tanpa ada ventilasi apa pun.

Menurut Manager Museum , Sapto Hartoyo, “Gerbong Maut” ini termasuk dalam perencanaan pengembangan Museum Kereta Api Stasiun Bondowoso tahun 2017. Nantinya, “Gerbong Maut” ini dijadwalkan hadir pada pertengahan 2017, yaitu di bulan Juni.

“Kalau kami mendapat gerbong yang asli, kami bakal buat yang sama,” jelas Sapto. “Tetapi kalau tidak ada, kami gunakan bahan yang lain alias replika.”

Ditambahkan Sapto, di dalam “Gerbong Maut” itu nantinya akan dipamerkan barang-barang yang digunakan para pejuang seperti sepatu, pakaian, dan lain-lain. “Gerbong ini nantinya dipamerkan di rel kereta Stasiun Bondowoso,” sambungnya.

Diharapkan, dengan kehadiran koleksi “Gerbong Maut” ini, generasi muda, khususnya di wilayah Jawa Timur, lebih bisa menghargai jasa para pahlawan. Selain itu, “Gerbong Maut” ini juga menggambarkan bahwa kereta api merupakan utama pada zaman perjuangan.

Sebelumnya, Museum Kereta Api Bondowoso telah diresmikan secara langsung oleh Bupati Bondowoso, Drs. H. Amin Said Husni, serta PT KAI DAOP IX. “Peresmian museum kereta api ini berarti meniupkan kembali roh yang bakal menjadi kebanggaan masyarakat Bondowoso dan bangsa Indonesia,” kata Bupati.