Giliran Warga Sekitar Stasiun Tarik Dapat Pengobatan Gratis dari KAI Daop 8 Surabaya

Stasiun Tarik Dapat Pengobatan Gratis dari KAI - kanalindonesia.com
Stasiun Tarik Dapat Pengobatan Gratis dari KAI - kanalindonesia.com

Sidoarjo – PT Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya mengadakan bakti sosial berupa di dalam khusus (Rail Clinic) pada Kamis (18/7) lalu. Rangkaian Corporate Sosial Responsibility (CSR) ini diadakan di Tarik, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo sebagai wujud kepedulian KAI terhadap kesehatan masyarakat.

“Tujuan kereta ini sendiri untuk menjangkau dan membantu masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kesehatan dan rumah sakit besar. Dan di dalam kereta tersebut terdapat pemeriksaan dokter umum, dokter gigi, laboratorium, USG, serta apotik. Juga ditambah ada ruang tunggu yang nyaman dan perpustakaan,” kata Kepala PT KAI Daop 8, Suryawan Putra Hia, seperti dilansir Tribunnews.

Pada acara tersebut, PT KAI Daop 8 Surabaya melibatkan 30 orang tenaga medis yang terdiri dari 3 dokter umum, 1 dokter gigi, 2 orang bidan, 3 apoteker, 2 orang tenaga laboratorium, dan 19 perawat. Sedangkan jumlah masyarakat yang menjadi peserta kegiatan itu mencapai 300 orang.

Lebih lanjut Suryawan menjelaskan jika Rail Clinic bukan menggunakan armada kereta baru, tetapi kereta lama yang sudah diperbaiki dan dimodifikasi. “Kereta ini sendiri merupakan bekas kereta diesel (KRD) tahun 1982 dan buatan dari negara Jepang. Sebenarnya sudah tidak akan digunakan kembali namun akhirnya diperbaiki dan dimodifikasi agar bagus kembali sehingga dapat dipergunakan untuk fungsi yang lain,” paparnya.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto menambahkan, pemeriksaan kesehatan gratis itu dilaksanakan di Stasiun Tarik sejak pukul 08.00-14.00 WIB. “Fasilitas pemeriksaan kesehatan yang diberikan adalah jenis kesehatan primer atau tingkat pertama yaitu pemeriksaan umum, gigi, kesehatan ibu anak, mata, laboratorium sederhana (gula darah, asam urat, kolesterol), dan penyuluhan kesehatan. Kemudian acara dilanjutkan dengan Pembinaan dan Sosialisasi (Binsos) terkait kesehatan, keselamatan, dan keamanan kereta api oleh petugas dari Unit Kesehatan dan Unit Pengamanan,” tuturnya.

“Selain memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, kami juga memberikan alat bantu penglihatan (kacamata baca) secara gratis untuk 31 orang dengan rincian 23 kacamata untuk SDN 01 Tarik dan 8 kacamata untuk Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah Tarik. Pembagian ini diberikan pada mereka yang sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan,” sambungnya.

“Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun. Semoga kegiatan pengobatan gratis ini, memberikan banyak manfaat bagi mereka yang membutuhkan, khususnya warga sekitar jalur kereta api dengan harapan bisa menumbuhkan rasa memilki terhadap transportasi kereta api, dan pada akhirnya ikut berpartisipasi terhadap keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api,” pungkas Suprapto.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*