
BANDUNG – Impian masyarakat Bandung untuk memiliki alat transportasi Light Rail Transit (LRT) agaknya tidak lama lagi bakal menjadi kenyataan. Pasalnya, Pemerintah Kota Bandung memastikan segera memulai pembangunan proyek LRT pada akhir November 2017 ini. Sebelumnya, akan dilakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama di jalur tengah atau koridor tiga pada tanggal 20 November mendatang.
“Kami sedang mengupayakan groundbreaking pada tanggal 20 November ini,” jelas Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, di Gedung Sabuga, Kota Bandung, Senin (13/11) kemarin. “Saat ini, kami sedang melakukan tahap finalisasi. Sekretaris Daerah sedang mempersiapkan seluruhnya, termasuk surat-menyurat. Nanti saya kabari pada hari H-nya agar tidak kecewa lagi.”
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Yossi Irianto, menuturkan bahwa saat ini 90 persiapan pembangunan proyek LRT Bandung sudah selesai. Sisanya, pihak pemerintah akan terus mendorong percepatan agar prosesnya bisa dilakukan sesuai dengan target pada Jumat (17/11) ini. “Kami akan pastikan rekomendasi dari provinsi dan pusat sudah sesuai,” kata Yossi.
“Pembangunan LRT Bandung ini akan dilakukan sepanjang 8 km dengan memiliki delapan stasiun pemberhentian,” lanjut Yossi. “Rute LRT berawal dari Stasiun Bandung hingga alun-alun, melewati Dalem Kaum juga. Sementara, pendanaan akan dilakukan seluruhnya oleh pihak swasta dan menghabiskan biaya sekitar Rp1 triliun.”
Sebelumnya, pembangunan LRT Bandung dan Cable Car direncanakan dimulai pada bulan Agustus lalu, namun sampai saat ini proyek tersebut belum tergarap. Faktor yang memengaruhi berhentinya proyek LRT salah satunya adalah administrasi perizinan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Perhubungan yang berbelit.
Di samping itu, masalah dana juga menjadi kendala kenapa proyek ini terus molor. Pasalnya, tidak ada dana, baik dari APBN, APBD, maupun investor untuk membangun LRT Bandung. Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, tadinya ia berharap LRT Bandung bisa dibiayai oleh APBN. Namun, pemerintah pusat tidak dapat membiayainya dan akhirnya rencana tersebut menemui jalan buntu.