Harga Tiket LRT Jabodebek Maksimal Rp12 Ribu per Penumpang

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro - detak.co
Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro - detak.co

JAKARTA – ringan atau light rail transit () Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) direncanakan bakal beroperasi pada bulan Mei tahun 2019 mendatang. Namun, sebelum beroperasi, sudah mematok untuk jarak pendek ini tidak akan melebihi angka Rp12.000 per .

Menurut Direktur Utama PT Indonesia (), Edi Sukmoro, penetapan harga tiket LRT Jabodebek tersebut sudah diperhitungkan oleh operator dan pemerintah. Perhitungan tersebut sudah berdasarkan asumsi subsidi yang akan diberikan setiap tahun dan kemampuan daya beli masyarakat. “Kami harus membuat agar masyarakat bisa menikmati dengan harga yang pantas dan terjangkau,” ujar Edi.

“Namun, kami belum bisa merinci lebih lanjut mengenai jumlah subsidi pemerintah per tiket karena mengingat belum adanya keputusan besaran subsidi, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi,” sambung Edi. “Kemungkinan besar pemerintah provinsi memang akan berpartisipasi dalam hal subsidi dan bentuknya akan kami bicarakan lagi.”

Jika mengacu pada hasil rapat koordinasi dengan Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, berapa pun subsidi yang diberikan, PT KAI harus tetap menjalankan fungsinya sebagai operator yang kelak menjadi andalan warga di sekitar Jakarta tersebut. “Secara prinsip, rapat kemarin telah memutuskan PT KAI sebagai investor dan melanjutkan apa yang sudah dijalankan,” tambah Edi.

“Diharapkan, LRT Jabodebek sebagai transportasi massal ini bisa beroperasi pada tahun 2019 mendatang sehingga dapat mempermudah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” lanjut Edi. “Kami harapkan ini bisa berjalan dengan baik karena masyarakat di Cibubur sudah sangat menantikan (LRT) ini.”