Ibu-Ibu Bunuh Diri di Stasiun Klaten, Tabrakan Diri ke KA Lodaya

ibu bunuh diri menabrakkan diri ke kereta
ibu menabrakkan diri ke
sumber : tribunnews

KLATEN – Rabu, 18 September 2013 seorang ibu berusia 50 tahuan diduga melakukan bunuh diri dengan menabrakkan diri pada kereta di . Dari identitas yang ditemukan, ibu tersebut bernama Sri Mujianti. Alamatnya adalah Tanjug Periuk, Utara.

“Dia turun dari Kereta Bengawan di Klaten sekitar subuh tadi. Kemudian dia duduk-duduk dan sempat mondar mandir. Saat akan tertabrak, dia melintas ke rel. Kami sudah memperingatkannya. Namun jarak tempat kejadian sekitar 15 meter sehingga terlambat untuk diselamatkan,” ungkap M.Yusuf (33), Satpam Klaten pada tribunnews.

Kronologi kejadian bunuh diri ini bermula saat Lodaya Solo – Bandung berhenti di Stasiun Klaten untuk menaikkan dan menurunkan . Saat itu korban berjlaan menjauh dari peron menuju arah timur.

Saat kereta akan melanjutkan perjalanannya meninggalakn stasiun Klaten, korban malah berjalan ke arah rel. Saat berjalan menuju rel yang sedang sedang digunakan melaju kereta, korban tidak melewati rel tersebut, namun malah berdiam diri sembari bersujud mengadap utara dan menutupi mukanya.

Meskipun kereta masih berjalan dengan kecepatan yang lambat, namun aksi bunuh diri ini tidak dapat dihindari. Karena korban cepat dan kereta sudah terlanjur dekat. Akhirnya kereta menabrak korban dan tubuh korban hancur tercerai berai tertabrak kereta.

Dari pemeriksaan barang – barang dibwa oleh korban, polisi menemukan identitas dan nomor telpon dari tas milik korban. Dan ternyata no telepon tersebut meurpakan milik anak kadung korban, Junaidi. Selian identitad ditemukan pula uang tunai sebesar Rp 728ribu.

“Saya sudah menghubungi nomor tersebut. Korban memang beralamat di Jakarta, namun dia sebenarnya berasal dari Delanggu. Dari rumah anaknya yang di Jakarta, korban tidak berpamitan. Jenasah korban saat ini ada di RSUP Soeradji Tirtonegoro, dan anaknya akan datang kemari. Kami masih melekukan penyelidikan terhadap kasus ini,” ujar AKP Hrus Setyaningsih, Kapolsek Klaten Kota.

Tentang Mirza Pratiwi 347 Articles
Kontributor berita, berasal dari Madiun: pusat pengembangan industri kereta api di Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan studi Teknologi Informasi di Universitas Negeri Malang. Penulis yakin bahwa masalah transportasi di Indonesia akan lebih baik jika difokuskan pada pembangunan sistem transportasi masal.