Imbas Kebijakan PPKM, KAI Jakarta Kurangi Perjalanan Kereta

Eva Chairunisa, Humas DAOP 1 KAI - kaltara.antaranews.com
Eva Chairunisa, Humas DAOP 1 KAI - kaltara.antaranews.com

JAKARTA – Imbas kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan ) yang berlaku mulai Senin (11/1) kemarin hingga tanggal 25 Januari 2020 mendatang, PT Api Indonesia () DAOP 1 Jakarta membatasi . Jika biasanya melayani 71 perjalanan setiap harinya, sekarang hanya 25 perjalanan per hari.

“Kami mendukung apa yang menjadi kebijakan untuk mencegah penyebaran COVID-19 ini dan PT KAI DAOP 1 Jakarta mengikuti apa kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” tutur Kepala Humas PT KAI DAOP 1 Jakarta, Eva Chairunisa, dilansir dari INews. “Untuk perjalanan kereta api ini, sekarang sudah dilakukan banyak penyesuaian. Jika waktu normal terdapat 71 perjalanan per hari, kini hanya 25 perjalanan per hari.”

Eva melanjutkan, dari 25 perjalanan setiap hari, 14 perjalanan diberangkatkan dari Pasar Senen dan 11 perjalanan diberangkatkan dari Stasiun Gambir. Untuk mendukung kebijakan pemerintah guna mencegah penyebaran COVID-19, sejumlah protokol tetap diterapkan, terutama untuk perjalanan kereta api jarak jauh. “Salah satunya kewajiban calon menunjukkan antigen dengan hasil negatif atau PCR test,” sambung Eva.

“Selain itu, ada pengukuran suhu tubuh sebelum berangkat. Jadi jika suhu tubuhnya di atas 37 derajat Celcius, meskipun memiliki hasil rapid test antigen atau PCR negatif, yang bersangkutan tetap tidak dapat melanjutkan perjalanan,” tambah Eva. “Nantinya, biaya perjalanan kereta api akan dikembalikan secara penuh dan dibantu petugas PT KAI.”

Pada hari pertama PPKM, jumlah pengguna kereta api dan KRL di kawasan Jakarta terpantau turun. Senin pagi hari hingga pukul 08.00 WIB, jumlah penumpang KRL tercatat sebanyak 95.440 orang atau berkurang 13 persen dibandingkan waktu yang sama Senin (4/1) pekan lalu yang menampung 109.297 penumpang. Sejumlah stasiun KRL mencatat penurunan jumlah pengguna, antara lain Stasiun Citayam 8.098 pengguna atau turun 4 persen, Stasiun Bogor 6.225 pengguna atau turun 27 persen, dan Stasiun Rangkasbitung 2.871 pengguna atau turun 13 persen

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*