Indonesia Mulai Proyek Monorel, Australia Hentikan The Sydney Monorail

Gerbong Sydney Monorail melewati tengah kota
FAREWELL – Salah Satu The Melewati George Street di depan Bangunan Queen Victoria(foto: The Daily Telegraph)

Ketika Indonesia akan memulai pembangunan mega proyek , pemerintah kota Sydney, malah menutup monorelnya. The Sydney adalah yang kontroversial bahkan sebelum dibuka pada tahun 1988. Proyek monerel ini dulunya ditentang oleh banyak orang yang mengklaim kereta ringan akan lebih murah dan lebih jelek.

Kota di negara kanguru itu menutup dan berhenti mengoperasikan monorel yang telah digunakan oleh 3 juta warganya per tahun. Salah satunya adalah jalur monorel penghubung Darling Harbour dan Pitt Street. Masalah utama dari monorel ini di mata masyarakat di Sydney, menurut Gubernur New South Wales, Barry O’Farrell adalah karena tidak bisa menjangkau banyak tempat. Menteri Negara, Gladys Berejiklian, berharap dengan penutupan monorel ini dapat membantu menyumbangkan dana sebesar AUD $ 50.000 atau sekitar Rp 458 juta untuk amal anak-anak.

Seperti yang dilansir dari situs Daily Telegraph, “Setiap dolar yang dibayarkan pengguna monorel hingga akhir Juni ini, akan disumbangkan untuk badan amal anak-anak,” ungkap Gladys pada hari Senin 17 Juni 2013 lalu. “ Monorel ini sudah tidak lagi memiliki tujuan, terdapat banyak nostalgia di setiap perjalanannya,” tambahnya.

Gladys juga mengatakan, sejak diumumkan akan diberhentikannya monorel yang memiliki rute perjalanan sepanjang 3,6 kilometer ini membuat pembelian justru melonjak. Dalam mengantisipasi peningkatan sebelum Sydney Monorail ini diberhentikan, tiketnya sudah dijual dari pekan lalu

Salah Satu Gerbong The Sydney Monorail
Salah Satu Gerbong (foto: Fastier Braden, The Daily Telegraph)

Sebelum berhenti beroperasi diselenggarakan perjalanan untuk terakhir kalinya pada jalur antara Darling Harbour, Chinatown dan pusat kota pada hari Minggu (30/06/2013) pukul 21:30 WIB.

Untuk bisa menikmati monorel untuk terakhir kalinya dilakukan pengundian untuk 48 pemenang yang berhak naik. Seorang juru bicara untuk Transportasi NSW mengatakan sistem undia ini disebabkan oleh antrian panjang yang menunggu untuk naik monorel.

“Antrian menggila saat ini,” katanya pada Minggu malam.

Semua hasil dari penjualan tiket selama akhir pekan ini akan diberikan ke lima badan amal anak-anak.

Camp Quality, CanTeen, Make-A-Wish Australia, Rumah Sakit Anak di Westmead dan Youth Off The Streets mengharapkan menerima $ 10.000.

Infrastruktur monorel ini akan mulai dibongkar pada bulan Agustus. Namun akan ada 2 gerbong monorel dan 10 meter lintasan yang akan di simpan dalam Powerhouse Museum Sydney. Sedangkan infrastukrtur lain yang sebagian besar berupa 1.500 ton baja dan 400 meter kubik beton akan didaur ulang.

Meskipun banyak yang mendukung penutupan Sydney Monorail, beberapa orang menyayangkan penutupan tersebut. Salah satunya adalah Helen Roberts, dari Lilyfield, mengatakan anak-anaknya Sam (8) dan Tom (7) menikmati hari terakhir perjalanan dan bahkan meminta teman mereka, Leo (8) untuk datang bersama mereka.

 Helen Roberts bersama Tom, Sam, Leo
Helen Roberts bersama Tom, Sam, Leo Menikmati Perjalanan Monorel Terakhir (foto: The Daily Telegraph)

“Saya pikir mereka hanya menikmati fakta bahwa itu adalah perjalanan terakhir,” kata Helen (44).

Bagi Michael Sweeney, perjalanan terakhir kemarin malam adalah perjalanan yang sempurna untuk kedekatannya dengan Monorail. Dia adalah seorang penumpang pada hari pertama pengoperasian Sydney Monorail di tahun 1988 dan menggunakannya ke kota dari rumah Ultimo selama bertahun-tahun.

“Banyak orang membencinya, tapi aku adalah salah satu yang menyukainya. Ada banyak orang yang memprotes, mengatakan bahwa monorel merusak kemudahan dan meneterskan minyak ke orang-orang di bawahnya. Tapi bagi saya yang dibesarkan dengan Lost In Space dan Star Trek, monorel ini futuristik  dan itu hebat,” kata Michael Sweeney kemarin malam.

Sydneysiders Menikmati Perjalanan Mereka
Sydneysider’s Menikmati Perjalanan Mereka (foto: Jeremy Piper, The Daily Telegraph)

“Aku sedih melihatnya ditutup, tapi mungkin memang sudah seharusnya seperti itu.”lanjutnya.

Tentang Dinar Firda Rosa 263 Articles
Peminat studi Teknik Informatika, saat ini bermukim di Malang - Jawa Timur