INKA Bakal Bikin KA Double Decker, Kereta Gerbong Bertingkat

Bentuk kereta double decker di India - phinemo.com

JAKARTA – () dikabarkan meminta PT Industri () untuk membuat kereta ‘Double Decker’ atau memiliki gerbong bertingkat. Ide untuk membuat kereta tersebut didasarkan pada tren bepergian masyarakat menggunakan kereta api yang semakin meningkat.

“Kami melihat tren kebutuhan yang terus meningkat terhadap transportasi kereta api pada kelas-kelas khusus,” ujar Kepala Humas PT KAI, Agus Komarudin, seperti dikutip dari Kompas. “ kelas yang dirangkai pada Argo Parahyangan Bandung-Jakarta selalu ludes terjual, demikian juga tiket kelas pada KA Argo Lawu relasi Jakarta-Solo yang selalu laku karena banyak peminat.”

Karena itu, Agus menambahkan, saat ini, PT KAI tetap serius dengan gagasan kereta Double Decker. Ke depan, pihaknya akan melakukan kajian terkait jalur yang akan dilalui, rel, jembatan, terowongan, dan lainnya. “Ini juga merupakan upaya jajaran direksi PT KAI untuk mendukung industri perkeretaapian nasional,” sambung Agus.

Sementara itu, menurut Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro, desain (yang diminta) adalah kombinasi antara middle speed 160 km per jam dan kereta Double Decker. Tetapi, hal tersebut tergantung ruang bebasnya. Kalau ruang bebasnya bisa, maka bisa. Sebaliknya, kalau tidak bisa, maka tidak akan tertampung.

“Bentuknya seperti bus bertingkat. Kalau di luar negeri, (kereta ini) sudah biasa dan sudah banyak dijumpai di Eropa. Tetapi, rel (di sana) lebih lebar 14,35, sedangkan di Indonesia hanya 10,47,” kata Budi. “Karena itu, PT INKA saat ini membutuhkan data sinkronisasi sarana dan prasaran. Jadi, PT KAI harus melakukan studi terkait ruang bebas.”

Budi menambahkan, secara teknis, PT INKA sanggup memproduksi kereta Double Decker sesuai dengan PT KAI. Namun, sebelum ini diproduksi, prasarana seperti rel, jembatan, dan perlintasan harus dipastikan bisa dilewati kereta tersebut. “Kami sendiri menargetkan pekerjaan pembuatan kereta Double Decker selesai pada tahun 2020,” tutup Budi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*