Izin Pembangunan Monorel Tak Kunjung Turun, PT Adhi Karya Bingung

– Sebagai Ketua Konsorsium yang mengusulkan , Tbk (ADHI) mengaku belum mengantongi monorel. Padahal monorel berupa Perpers ini sangat dibutuhkan sebagai landasan pengembangan monorel.

“Padahal persetujuan Kemenhub atas jalur tersebut sudah ada. Saya nggak mengerti lagi kenapa? Orang tidak minta apa-apa ke ,” jelas Kiswodarmawan, Direktur Utama Adhi Karya, kepada detikFinance, Selasa (10/9/2013).

Pembangunan Monorel Jabodetabek tahap I, akan menghubungkan Bekasi Timur-Cawang, Cibubur-Cawang, serta Cawang-Kuningan. Untuk kontruksi hingga pendanaan, murni menjadi tanggung jawab oleh konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, menurut Kiswo, pihaknya tidak bisa memulai pembangunan monorel sebelum Perpers keluar.

“Kan di undang-undang api yang mengharuskan persetujuan pemerintah. Dasarnya apa, ini kan moda lintas provinsi, siapa yang bisa konsesi? Konsesi dalam bentuk Perpers,” keluhnya.

Monorel Jabodetabek usulan konsorsium BUMN ini, nantinya akan terkoneksi dengan monorel yang dikembangkan oleh PT Jakarta Monorail. Kiswo menambahkan secara desain, moda hingga pendanaan BUMN sama sekali tidak memiliki kendala.

“Kendala tidak ada. Cuma pihak pemerintah dalam hal ini Kemenko cs yang lambat,” ungkapnya.

Sebelumnya Presiden SBY juga telah mewanti-wanti agar investasi pemerintah dan swasta dipercepat supaya bisa segera memulihkan ekonomi Indonesia yang mengalami guncangan. Namun sayangnya pembangunan monorel yang telah direncanakan sejak lama masih terhambat izin pembangunan.

Tentang Dinar Firda Rosa 263 Articles
Peminat studi Teknik Informatika, saat ini bermukim di Malang - Jawa Timur