Jalur di Garut Ambles, Kecepatan Kereta Dibatasi 5 Km per Jam

Joni Martinus, Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung - wartaekonomi.co.id

Garut selatan menuju Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat terganggu karena terjadi tanah ambles pada kilometer 227+ di antara Warung Bandrek dan Bumi Waluya pada Kamis (7/12) kemarin sekitar pukul 00.50 WIB. Para masih berupaya untuk memperbaiki rel di tersebut.

Menurut Kepala Humas Daop 2 Bandung Joni Martinus, tanah ambles pada jalur kereta tersebut terjadi karena adanya hujan deras yang membuat tanah terkikis. “Tanah yang berada di sekitar dan bawah rel turun ke bawah,” beber Joni, seperti dilansir Detik.

Akibat kejadian tersebut, beberapa perjalanan kereta api pun tertahan. Sekitar 4 kereta api tak dapat melewati jalur tersebut sejak dini hari. “KA Mutsel (Mutiara Selatan), KA Malabar, KA Turangga, dan KA Lodaya memutar ke jalur utara. 165 KA Turangga dan 267 KA Lodaya dievakuasi menggunakan bus,” kata Joni.

Setelah melalui proses perbaikan, tanah ambles di KM 227 + 3/4 antara Stasiun Warung Bandrek dan Bumi Waluya di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat akhirnya sudah dapat kembali dilintasi sejak Kamis (7/12) siang. “Sudah teratasi dan telah bisa dilewati kereta pada jam 08.33 WIB,” ucap Joni.

Setelah diperbaiki, perlintasan kereta tersebut dilalui oleh KA Pasundan dari Stasiun Kiara Condong jurusan Surabaya walaupun kereta hanya melaju dengan kecepatan rendah. “Untuk sementara waktu, dibatasi kecepatannya hanya 5 kilometer (km) per jam,” kata Joni.

Sebelumnya beberapa kereta yang terpaksa memutar arah adalah KA Mutiara Selatan tujuan Malang – Surabaya – Bandung, KA Malabar tujuan Malang – Bandung, KA Turangga tujuan Surabaya – Bandung, dan KA Lodaya tujuan Solobalapan – Yogyakarta – Bandung. Pihak Daop 2 Bandung pun menyiapkan 30 bus di sejumlah stasiun yang terdiri dari 9 bus di Stasiun Tasikmalaya untuk mengangkut penumpang KA Turangga dan KA Lodaya ke Bandung.

Sedangkan 11 bus dari Stasiun Ciawi untuk mengangkut penumpang KA Kahuripan ke Bandung. Sementara itu KA Serayu tujuan Pasar Senen – Kiaracondong – Purwokerto dan Purwokerto – Kiaracondong – Pasar Senen dapat melanjutkan perjalanan lewat Stasiun Cibatu. “Kami sediakan 10 bus,” tandasnya.