Jalur Kereta Api Jakarta-Semarang Bakal Segera Direalisasikan

Ungaran – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan bahwa akan segera mewujudkan Semarang-Jakarta. Dengan adanya jalur kereta Semarang-Jakarta, masyarakat dapat menempuh tersebut hanya dalam waktu 3 jam saja. Jalur Jakarta-Surabaya melalui Semarang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas perpindahan manusia dan barang di Pulau Jawa.

Budi juga menuturkan, kereta api Jakarta-Surabaya tak memerlukan jalur baru, namun memanfaatkan jalur lama yang nantinya akan dimaksimalkan pembangunannya. Dengan pemanfaatan jalur kereta yang sudah ada ini, nilai dapat ditekan sekitar separuh dari estimasi dana yang dibutuhkan sebelumnya mencapai Rp 100 triliun.

“Berikutnya lagi, kita akan bangun kereta api Jakarta-Surabaya melalui Semarang. Diharapkan, kereta itu dari Semarang ke Jakarta kurang lebih tiga jam. Menghilangkan semua perlintasan sedang, sehingga bisa berjalan lebih cepat,” jelas Budi Karya di Museum Kereta Ambarawa, Minggu (15/10) lalu, seperti dilansir Radio Idola.

“Kami juga sedang gencar membangun rel kereta api double track (). Di (Jawa bagian) utara sudah, kini tinggal di bagian Selatan,” beber Budi. Menurut Budi, pembangunan kereta api atau double track dan menghapus perlintasan sebidang dapat meminimalisir kemacetan di jalan yang dilalui oleh kereta api. Di samping itu, apabila seluruh kawasan terkoneksi juga akan meningkatkan sektor perekonomian dari masyarakat setempat.

Di sisi lain, Menteri Budi Karya juga sangat mengapresiasi respons warga Jawa Tengah yang begitu luar biasa sehubungan dengan pembangunan infrastruktur di sana. “Jika semuanya terkoneksi dan mudah diakses masyarakat, tentu dapat bermanfaat bagi sektor dan dapat mengejar ketertinggalan kita dari negara-negara tetangga,” ujar Budi.

Tak hanya jalur kereta api, saat ini pemerintah juga tengah gencar-gencarnya membangun dan mengembangkan sejumlah yang ada di Semarang, Solo, Cepu, dan Purbalingga. “Konektivitas udara di Jawa Tengah menjadi lebih gampang dan cepat,” tandas Budi.