Jalur Kereta di Purwakarta Ambles, PT KAI Pastikan Masih Aman Dilewati

Joni Martinus, Manajer Humas PT KAI Daop II Bandung - www.tribunnews.com
Joni Martinus, Manajer Humas PT KAI Daop II Bandung - www.tribunnews.com

hilir perlintasan pada KM 114 antara Sukatani- Ciganea, Jawa Barat mengalami penurunan tanah alias ambles pada Rabu (21/2) petang. Jalur rel diketahui ambles hingga 20 meter akibat adanya hujan deras. Meski demikian, (KAI) Daop 2 Bandung memastikan jika kereta yang melewati jalur tersebut masih aman.

“Dalam kondisi yang bersifat sementara karena ada gangguan (ambles), kereta itu kita lewatkan sebelah hulu. Jalur hulu ini sejatinya untuk kereta api dari Jakarta menuju Bandung,” ujar Manajer Humas Daop 2 Bandung, Joni Martinus, seperti dilansir CNN.

Rel sebelah hilir tersebut ambles sekitar pukul 18.30 WIB. Petugas pun langsung melakukan tindakan di lapangan dengan mengalihkan perjalanan kereta melalui jalur hulu yang terdapat di sebelahnya. “Semua kereta bisa lewat, cuma pola operasinya saja yang berubah. Tidak ada yang dibatalkan atau dijadwal ulang. Sekarang sudah dikirimkan alat berat untuk menormalisasi jalur tersebut,” ungkap Joni.

Satu rangkaian KA Argo Parahyangan jurusan Bandung ke Jakarta juga dilaporkan terpaksa mundur untuk dialihkan ke jalur lainnya di Stasiun Sukatani, Purwakarta. Untuk sementara itu, seluruh perjalanan KA Argo Parahyangan memakai jalur sebelah hulu supaya tidak mengganggu perjalanan kereta api secara keseluruhan. “Secara normal lewat hilir sekarang kita lewat jalur hulu. Jalur hulu ini sejatinya untuk kereta api dari Jakarta menuju Bandung,” ucap Joni.

Joni menjelaskan bahwa jalur tersebut membutuhkan waktu, sehingga ia tidak bisa memprediksi kapan rampungnya tanah ambles di jalur kereta api 10 wilayah Sukatani, Purwakarta. Tetapi pihaknya mengupayakan agar jalur tersebut bisa berlangsung cepat supaya kereta api bisa beroperasi dengan normal. “Kita usahakan secepatnya untuk mengatasi gangguan ini supaya kedua jalur tadi berfungsi kembali,” katanya.

Setidaknya terdapat 47 daerah titik rawan di wilayah PT KAI Daop 2 Bandung, baik titik rawan bencana longsor, banjir, ambles, atau batu jatuh dari tebing. PT KAI Daop 2 melakukan berbagai antisipasi dengan membangun posko-posko pemantauan di titik-titik rawan itu. “Begitu ada gejala ambles petugas kami di lapangan langsung menginformasi sehingga langsung dilakukan penanganan,” ucap Joni.