Jalur Rel Palembang-Lubuk Linggau Terkena Longsoran Tanah, Uang Pembelian Tiket KA Penumpang Dikembalikan

longsor terowongan lahat
foto: SRIPOKU.COM/EHDI AMIN

– Tanah yang menutup antara Stasiun dan Stasiun Bunga Mas pada Sabtu pagi (23/1) menyebabkan api Palembang – Lubuk Linggau menjadi lumpuh. deras yang mengguyur wilayah dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan longsoran tanah menutupi jalur terowongan tersebut.

Jaka Jarkasih, juru bicara (KAI) Divisi Regional III, mengatakan bahwa pihaknya telah membatalkan semua keberangkatan kereta dari arah Palembang menuju ke Lubuk Linggau dan juga sebaliknya.

“Di sekitar terowongan itu, ditemukan petugas, ada satu titik longsoran tanah sehingga tak dapat dilintasi. Tapi sekarang sudah dikerjakan, dan kita berharap kereta malam sudah dapat melintas,” ujar Jaka, kemarin (23/1).

Jaka menambahkan, pihaknya akan terus berjaga-jaga terkait kemungkinan terjadinya hal serupa di beberapa wilayah karena hujan deras diperkirakan masih akan turun di wilayah Sumatera Selatan dalam waktu dekat. Terlebih lagi, hal tersebut sudah disampaikan oleh M. Irdam, Kepala Stasiun BMKG Klas I Kenten Palembang.

Heri Susanto, Pengatur Perjalanan KA Stasiun Tebingtinggi, yang dikonfirmasi tentang hal serupa mengakui bahwa KA memang batal berangkat karena adanya di lintang jalan rel KA Lahat tersebut.  Uang ganti pembelian pun diberikan pada para yang gagal berangkat tersebut. Selanjutnya, mereka beralih ke alternatif transportasi darat lainnya seperti bus atau travel.

“Jumlah penumpang dari Tebingtinggi yang batal berangkat sebanyak 55 orang. Uang pergantian tiket dikembalikan 100% langsung di stasiun KA,” ujarnya.

Tentang Masinis 182 Articles
Memulai karir menulis sejak duduk di bangku SMP sebagai layouter dan redaktur, dan membawa proses kepenulisannya hingga di bangku kuliah. 10 tahun terakhir aktif sebagai tenaga desainer di sebuah perusahaan yang berpusat di Malang. Beberapa tahun terakhir menjadi penumpang setia kereta api pagi rute Malang-Surabaya yang berangkat dari Stasiun Kotabaru jam 04.20 setiap hari. Sejak itu, penulis tertarik dengan segala hal tentang kereta api dan sistem transportasi publik.